Kasus Hanania Travel Bukti Lemahnya Pengawasan Biro Perjalanan Umrah

02 JUNI 2026, 05:22:48 WIB 2 MENIT BACA 182
Kasus Hanania Travel Bukti Lemahnya Pengawasan Biro Perjalanan Umrah

JAKARTA (2 Juni): Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah oleh Hanania Travel, menjadi bukti pengawasan terhadap biro perjalanan umrah masih lemah. Pola kasus nyaris sama dan terus berulang. Modusnya menawarkan paket umrah murah, lalu menunda keberangkatan jemaah berkali-kali hingga akhirnya gagal diberangkatkan. 

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, menanggapi kasus ribuan calon jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci. 

“Menurut saya, ini menjadi tanda bahwa pengawasan terhadap travel umrah masih perlu diperketat. Jangan sampai ada travel yang bebas menghimpun dana masyarakat tetapi pengawasannya lemah,” ungkap Dini dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).  

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo-Pasuruan) itu pun mengaku prihatin atas kasus Hanania Travel yang menyebabkan ribuan calon jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci. 

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap biasa karena menyangkut masyarakat yang telah menabung lama demi bisa beribadah umrah. 

“Banyak jemaah yang rela menyisihkan uang bertahun-tahun, bahkan ada yang menjual aset demi bisa berangkat umrah. Karena itu, praktik travel yang tidak bertanggung jawab seperti ini tidak bisa ditoleransi,” katanya. 

Dini pun mendorong pemerintah mengevaluasi dan mengaudit seluruh pengelolaan dana serta izin operasional travel umrah. Dia juga meminta Kementerian Haji dan Umrah menelusuri aliran dana jemaah secara transparan agar publik mengetahui bagaimana dana tersebut dikelola. 

“Pemeriksaan harus dilakukan secara transparan agar diketahui secara jelas bagaimana dana jemaah dikelola dan ke mana aliran dana tersebut digunakan,” ucap Dini. 

Bukan hanya itu, Dini juga mendesak agar Pemerintah memastikan ada perlindungan yang jelas terhadap hak jemaah, baik terkait kepastian keberangkatan maupun pengembalian dana. 

"Saya berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah dan tidak mudah tergiur paket murah di luar kewajaran. Pastikan legalitas travel jelas dan memiliki rekam jejak yang baik,” tegasnya. (Najib/*)