JAKARTA (27 Mei): Kinerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada 2020 mendapat apresiasi. Apresiasi disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/5). "Di tengah pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya harga migas dunia beberapa waktu lalu, dengan melihat indikator sektor hulu migas, maka secara umum SKK Migas telah melakukan kinerjanya yang baik pada 2020," ujar Sugeng. Menurut Legislator NasDem tersebut, hal itu patut diapresiasi dan diharapkan terus berlangsung pada tahun 2021. “Dengan kecenderungan pandemi Covid-19 yang terus menurun serta keberhasilan program vaksinasi dan meningkatnya harga minyak mentah dunia (West Texas Intermediate/WTI) hingga mencapai 65 dolar AS per barel dan brent sebesar 68,71 dolar AS per barrel, bisa menjadi faktor pendukung optimisme recovery industri migas nasional,†kata Legislator NasDem tersebut. Namun demikian, sambung Sugeng, perlu diwaspadai juga dalam sektor geopolitik di Timur Tengah. Perlu diketahui Timur Tengah merupakan jantung dari sektor minyak dan gas dunia atas rencana penjatuhan embargo ekonomi terhadap negara Iran, yang akan berdampak pada melimpahnya suplai minyak mentah sehingga bisa mengganggu stabilitas pergerakan harga. “Karena pergerakan harga tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja industri migas nasional,†tukas wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah VIII (Kabupaten Cilacap dan Banyumas) itu. Menurut Sugeng, Komisi VII DPR RI ingin memperoleh informasi dan penjelasan dari Kepala SKK Migas mengenai year to year date dan perkiraan penerimaan negara sektor hulu migas, lifting migas, realisasi cost recovery dan ICP tahun 2021. Selain itu juga untuk mengetahui proyeksi target penerimaan negara sektor hulu migas, lifting migas, cost recovery dan ICP tahun 2022, serta mendapatkan penjelasan mengenai peralihan semua blok yang telah selesai kontrak. (HH/*)