KENDARI (23 April): Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Erna Sari Dewi, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan kolam retensi di kawasan Nanga-Nanga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, ia menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kondisi eksisting di lapangan dengan dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), khususnya karena sebagian besar area yang direncanakan justru telah menjadi kawasan padat pemukiman di zona koridor sungai.Erna menjelaskan bahwa lokasi pembangunan kolam retensi tersebut secara tata ruang sebenarnya sudah tepat karena berada di koridor sungai sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR.Namun, dari total sekitar 45 hektare area yang direncanakan, sekitar 37 hektare di antaranya telah berkembang menjadi kawasan padat penduduk, yang seharusnya tidak diperbolehkan dalam zona tersebut.“Lokasinya sudah benar, berada pada koridor sungai. Tapi dari 45 hektare itu, 37 hektare ternyata sudah menjadi pemukiman padat. Padahal zona koridor sungai seharusnya tidak boleh ada hunian,” ujar Erna dalam kunjungan kerja reses Komisi V DPR, di Kendari, Rabu (22/4/2026).Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan permukiman sebelumnya tidak merujuk pada dokumen RDTR yang berlaku, sehingga menimbulkan tantangan dalam pelaksanaan proyek kolam retensi yang telah berjalan selama enam tahun.Ia menilai, dengan waktu yang tersisa relatif singkat untuk tahap lanjutan pada tahun depan, pelaksanaan proyek akan sulit berjalan optimal tanpa langkah konkret, terutama terkait relokasi warga secara bertahap.“Relokasi belum dilakukan secara bertahap, sementara waktunya sangat singkat. Ini yang harus segera diselesaikan,” katanya.Untuk itu, ia mendorong adanya koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan fasilitasi Komisi V DPR RI, guna menyusun solusi bersama agar proyek tetap dapat berjalan sesuai target.“Pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan Komisi V harus duduk bersama agar permasalahan ini bisa diselesaikan dan proyek tetap berjalan sesuai rencana,” tegasnya.Meski menyoroti sejumlah kendala, Erna menegaskan dukungannya terhadap pembangunan kolam retensi tersebut mengingat urgensinya dalam penanganan banjir di kawasan Nanga-Nanga.“Saya mendukung pembangunan kolam retensi ini karena sangat dibutuhkan untuk penanganan banjir,” pungkasnya. (Yudis/*)