Nasdem Inisiatif Bangun Sumur Bor, Konstituen: Berasa Ketiban Emas

19 DESEMBER 2018, 21:05:00 WIB 3 MENIT BACA 1325
Nasdem Inisiatif Bangun Sumur Bor, Konstituen: Berasa Ketiban Emas

Pada masa reses DPR masa persidangan II Tahun Sidang 2018-2019, anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Nasdem, Kurtubi berinisiatif memberikan sumur bor di daerah konstituennya meliputi Lombok Barat,  Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Dalam acara peresmian sumur bor di Ponpes Nurul Zainiyah Desa Bandok,  Kec. Wanasaba,  Kab. Lombok Timur, pimpinan Ponpes Ustadz Habibulloh menegaskan bahwa ponpes Nurul Zainiyah sangat berterima kasih atas bantuan sumur bor ini.

“Bahwa kami merasa seperti ketiban emas memperoleh bantuan sumur bor ini, kami semenjak berdiri tahun 2005 tidak pernah memperoleh bantuan,  semua penyelenggaraan ini adalah swadaya masyarakat. Maka, sumur bor ini menjadi satu-satunya Bantuan pemerintah atas inisiatif Anggota DPR RI, bapak Kurtubi,” terangnya.

Kurtubi merupakan putera asli Lombok yang sebelum menjadi anggota DPR RI, ia merupakan pakar di bidang energi dan merupakan tenaga pengajar di Intitut Teknologi Bandung. Dalam kesempatan itu ia mengatakan, bahwa bantuan ini sangat memperhatikan kondisi wilayah Lombok yang telah hampir satu tahun ini terkena bencana gempa dan longsor.

“Alhamdulilah jika Sumur bor telah digunakan untuk keperluan para santri disini walau belum diresmikan, ini menunjukkan betapa sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya di Ponpes Zainiyah Lombok Timur, Kamis (20/12/2018).

Selain peresmian sumur bor, pada acara siang hari ini juga diselenggarakan peresmian Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS). Pada tahun 2018 ini, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM telah berhasil membangun 270 titik PJU TS yang tersebar di Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerja sama yang baik antara EBTKE Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI.

“Kami berharap agar semua fasilitas yang dibangun ini bisa dijaga agar memiliki manfaat yang lebih,” kata Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Hariyanto.



Kurtubi dalam sambutannya juga menerangkan bahwa salah satu tugas DPR RI adalah fungsi budgeting. Maka, penganggaran APBN harus memperoleh persetujuan dari DPR RI.

“Termasuk penganggaran untuk PJU TS dan Sumur Bor ini,  dimana Desa Bandok ini menjadi salah satu penerimanya. PJU TS merupakan salah satu pemanfaatan energi yang ramah lingkungan, karena memanfaatkan energi matahari yang bersih dan tidak menimbulkan polusi udara,” jelasnya.

Maka sebagai Anggota DPR RI, lanjut Kurtubi, saya mendorong terwujudnya energi bersih yang ramah lingkungan agar lebih banyak lagi PJU TS yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“PJU TS telah terbukti sangat membantu masyarakat,  bahkan menjadi pertolongan penting karena tetap menyala disaat PJU yang lain padam terkena gempa. Oleh sebab itu khusus untuk Kabupaten Lombok Utara kami ajukan hingga 270 titik untuk 2018,” tegas Kurtubi.

Sementara itu, berkenaan dengan sumur bor yang terbukti nyata memberi manfaat luar biasa bagi masyarakat,  ia berharap agar masyarakat mau dan mampu merawat mesin dan keberadaan sumur bor yang telah dibangun.

Sebagai Anggota DPR RI dapil NTB,  Kurtubi,  mendorong agar APBN sebesar besarnya diarahkan untuk pembangunan di NTB.  Hal ini penting dalam upaya mewujudkan pembangunan yang pesat dan berkesinambungan, maka ketersediaan listrik yang cukup menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Lombok memiliki potensi sumber alam yang baik, misalnya potensi panas bumi di Rinjani, harusnya bisa segera dilaksanakan untuk menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, sehingga bisa untuk memajukan kemajuan perekonomian rakyat.

Dalam kesempatan ini juga Kurtubi mendorong segera dibangunnya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), sehingga tersedia listrik yang melimpah, bersih dan terjangkau, dengan demikian diharapkan akan merangsang industrialisasi.

“Jadi lewat acara ini saya himbau agar kita tidak takut sama nuklir,  kita harus berani dan segera terbangun PLTN,  sehingga akan banyak industri yang bisa dikembangkan dan akan banyak membuka lapangan kerja,” pungkas Kurtubi.

Acara peresmian ini dihadiri oleh peserta sekitar 150 orang, yang turut dihadiri Direktur Konservasi Energi Kemen ESDM,  Hariyanto,  Kepala Dinas PUPR lombok Timur,  Kepala Desa Bandok,  Para Tuan Guru Haji Pondok Pesantren Nurul Zainiyah, serta para santri dan santriwati. []