NasDem Sambut 'Restorasi Malaysia-Indonesia, Sejahtera Serumpun'

18 FEBRUARI 2016, 02:33:08 WIB 3 MENIT BACA 1089
Jakarta - Gagasan gerakan Restorasi Indonesia dan tokoh penggagasnya sangat dikagumi dan   mendapatkan pengakuan dari civitas akedemika Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) . Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Universitas Kebangsaan Malaysia, YB Budiman Mohd Zohdi saat bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di kantor DPP Partai NasDem, Godangdia, Jakarta, kemarin (17/02).
“ Bagi kami, Pak Surya Paloh merupakan salah satu tokoh yang sangat menginspirasi dengan ide gagasan politiknya sangat menarik dan baik dalam membangun negara, sebagaimana yang tertuang dalam buku Bapak Surya Paloh yang berjudul Mari Bung Rebut Kembali,” ujar perwakilan UKM itu sambil memegang buku tersebut.  
Budiman menilai dan meyakini bahwa gagasan dan ide besar restorasi tersebut, tidak hanya bisa diaplikasikan di Indonesia, tetapi juga bisa dikembangluaskan ke Malaysia sebagai bangsa serumpun. Budiman juga menjelaskan saat ini, tidak hanya nilai-nilai Pancasila saja yang sudah tergerus oleh derasnya modernisasi dan globalisasi. Nilai-nilai rukun negara Malaysia, diakuinya, juga kian merosot. Maka oleh karena itu, menurutnya, perlu gagasan restorasi untuk mengembalikan budaya ketimuran bagi kedua negara serumpun itu.
"Sejarah masa lalu penting tapi tak kalah penting kejayaan yang akan datang. Pantas ide itu kita perbincangkan. Isu dan masalah kita sama, kita serumpun. Ada kemorosotan anak muda dengan ide restorasi mari kembalikan kejayaan kedua bangsa dan tingkatkan kegemilangan untuk masa depan," ujar Budiman.
Untuk menyebarluaskan gagasan besar tersebut, Universitas Kebangsaan Malaysia mengundang Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh untuk memberikan kuliah umum mengenai restorasi yang menjadi spirit partainya pada Maret mendatang. Kuliah umum dengan bertemakan “Restorasi Malaysia-Indonesia, Sejahtera Serumpun” tersebut direncanakan akan dihadiri oleh 25 ribu mahasiswa universitas yang berada di Selanggor tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Surya Paloh merespon positif atas kunjungan perwakilan civitas akademika UKM. Ketua Umum Partai NasDem itu juga menyatakan kesediaan dirinya hadir untuk menyampaikan kuliah umum di universitas Malaysia itu. 
“Insya Allah saya siap hadir ke sana. Semoga kunjungan ini semakin memperkuat kedekatan kedua negara yang masih serumpun, memperkokoh hubungan kedua negara. Saya paham bagaimana misi dan tugas mulia kita semua, tidak hanya government to government, tapi bisa juga non government to non government," tuturnya kepada perwakilan UKM.
Surya Paloh menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia dengan semangat kerakyatan. Beliau juga mengatakan, kesamaan kultur budaya harus menjadi peluang bagi Indonesia dan Malaysia untuk mencapai cita-cita kesejahteraan. Pasalnya, jika kedua negara bersatu, niscaya akan menjadi kekuatan besar di ASEAN bahkan Asia. Dengan posisi geografi yang berdekatan, kultur, dan budaya yang serupa, Surya menyebut hal itu sebagai anugerah.
Untuk itu, jelasnya, perlu spirit kebangsaan yang sejalan dengan memberdayakan potensi kedua untuk kemakmuran dan keadilan warga negara kedua bangsa. "Misalnya, Malaysia dan Indonesia bersatu dalam usaha sawit, timah, dan karet. Apa yang terjadi di dunia, kita bisa jadi penentu. Sayang jika tidak bersatu, yang akan mengambil untung negara lain.''
Surya juga menambahkan, dalam kesatuan tersebut perlu juga ditanamkan adat-adat ketimuran untuk menjaga dari sisi buruk modernisasi. Adat ketimuran seperti musyawarah dapat dipakai untuk mencegah kerenggangan hubungan antara kedua negara. "Kasus Sipadan dan Ligitan misalnya, kita malah menyerahkan masalah ke internasional, itu membuktikan dua rumpun belum mempunyai sikap bersama," katanya.
Dalam pertemuan Surya Paloh didampingi oleh anggota Komisi I DPR Prananda Surya Paloh, Wasekjen DPP Partai NasDem Willy Aditya, dan  Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung.‎