Jakarta – Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago menilai Fachri Hamzah yang menandatangi surat penonaktifan Akbar Faizal selaku anggota Mahakamah Kehormatan Dewan (MKD) adalah satu bentuk kezaliman. Pasalnya, penonaktifan Akbar Faizal dilakukan dengan menerabas mekanisme yang berlaku sesuai, Tata Tertib beracara MKD. Persoalan lain yang dipermasalahkan Irma, yakni Fahri Hamzah selaku pimpinan DPR telah berlaku sewenang-wenang, menggunakan kekuasaannya untuk mengintervensi proses peradilan etik yang melibatkan rekannya Setya Novanto. "Kami akan lawan. Yang dilakukan Fahri Hamzah. ini tidak etik dan telah menyalahgunakan wewenang. MKD saya tanya tidak pernah ingin mengeluarkan Akbar Faizal, mereka hanya mengikuti arahan Fahri Hamzah sesuai surat penonaktifan yang ditandatanganinya. Saya sudah hubungi Fahri Hamzah dan saya katakana, terang-terangan dia telah melakukan penyalahgunaan kewenangan," kecam politisi dari Sumatera Selatan ini . Irma juga heran dengan terbitnya surat penonaktifan yang sudah mendapatkan tanda tangan Fahri Hamzah. Padahal di saat bersamaan, Akbar Faizal telah melaporkan tindakan tidak patut dari tiga politisi Golkar Rindwan Bae, Adis Kadir, dan Kahar Muzakir. Ketigaya diduga melakukan pelanggaran etika atas kehadirannya dalam konferensi pers Luhut Panjaitan yang notabene adalah saksi dalam persidangan MKD. "Hadir dalam konferensi saksi, itu sudah lemanggar etika. Itu sudah dilaporkan Akbar Faizal tentang apa yang dilakukan ridwan bae ke MKD, tapi tidak direspon oleh pimpinan DPR," gugat Irma. Sebagai perlawanan, Irma akan mengadukan Fahri Hamzah kepada MKD perihal penyalahgunaan wewenang. Ketika ditanya kapan pelaporan itu dilakukan, Irma menjawab akan melakukannya dalam waktu terdekat. Selain itu, Irma juga akan melaporkan kelakuan yang tidak terpuji dari pimpinan DPR ini kepada para konstituennya, sebagai bentuk tanggung jawab moral politiknya.