Partai Harus Hadir setiap Hari, bukan Musiman

26 JUNI 2026, 15:55:14 WIB 3 MENIT BACA 16
Partai Harus Hadir setiap Hari, bukan Musiman

JAKARTA (26 Juni): Ketua DPP Partai NasDem yang juga Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menegaskan bahwa partai politik harus hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum pemilu atau ketika mengejar prestasi politik.

Hal itu disampaikan Willy di hadapan ratusan kader NasDem Banten dalam Laga Perubahan 2.0 bertajuk 'NasDem Naik Kelas pada Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Menurut Willy, Laga Perubahan 2.0 merupakan kelanjutan dari penguatan partai yang kini berfokus pada pembangunan perangkat organisasi agar program-program partai dapat berjalan secara terstruktur.

“Ini Laga Perubahan yang kita exercise di tahun kedua ini ada frekuensi yang kita naikan. Kalau Laga Perubahan pertama itu lebih kepada bagaimana menunaikan janji-janji politik dan juga mengexercise mengeksekusi keputusan kongres, Laga Perubahan kedua ini lebih kemudian preparation tools, jadi mempersiapkan piranti-piranti. Piranti apa yang kita persiapkan? Yaitu piranti struktural untuk kemudian bagaimana program itu tidak hanya seperti air hujan, dia tidak ke mana-mana, tapi ada pipanya, ada irigasinya. Itu yang kita butuhkan,” ujar Willy.

Ia menjelaskan, penguatan struktur tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahwa orientasi partai tidak semata-mata mengejar kursi maupun jabatan.

“Untuk meneguhkan, Pak Surya selalu menjelaskan kepada kami, NasDem ini kan orientasinya bukan hanya result, tidak hanya kursi, tidak hanya jabatan. Tapi orientasinya partai itu adalah intermediary group, partai itu adalah backbone dari kita bernegara. Maka partai selalu diasosiasikan sebagai pilar demokrasi,” katanya.

Willy menilai, partai politik memiliki peran penting sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan publik.

“Ketika partai tidak hadir ada sesuatu hal yang patah. Apa? Patah representasinya, aspirasinya. Itu yang kemudian kita ingatkan melalui pidato-pidato Pak Surya. Kehadiran partai itu wajib hukumnya untuk kemudian menjadi jembatan-jembatan dari aspirasi publik kepada kebijakan-kebijakan publik. Itu yang kemudian NasDem ingin luruskan, itu yang NasDem ingin bangun,” ujarnya.

Ia menegaskan, pada fase kedua Laga Perubahan, NasDem ingin membangun budaya partai yang hadir setiap hari di tengah masyarakat.

“Itu yang kemudian di level kedua ini kita katakan, partai tidak hanya hadir di saat Pemilu semata-mata, partai tidak hanya hadir di saat kontestasi semata-mata, tapi bagaimana kehadiran partai itu day to day.

Menurut Willy, kehadiran partai secara konsisten juga menjadi langkah untuk mengurangi praktik politik uang yang masih terjadi.

“Ketika kita hadir hari ini, maka kemudian politik uang kemudian menjadi tidak satu-satunya. Kenapa politik uang kita menjadi tinggi, itu menjadi besar? Karena representasinya patah. Itu yang kemudian kami lakukan secara sadar, hadir sedari awal, berjuang sedari awal, bergerak sedari awal. Itu yang kami lakukan di semua sektor,” tutup Willy. (WH/*)