Partai NasDem, Partner Pemerintah

27 JANUARI 2016, 23:50:48 WIB 4 MENIT BACA 1182
Oleh Surya Paloh* Wajah parlemen Indonesia tahun 2014 ini sudah pasti tak sama, bukan hanya karena pergantian anggota dewan yang baru terpilih di kontestasi pemilu legislatif 2014 lalu, namun juga partai politik baru. Tahun 2014 merupakan tahun pengujian bagi Partai NasDem yang sedari pendiriannya senantiasa menyoroti persoalan pemerintahan. Tidak hanya itu, Partai NasDem yang konsisten mewacanakan perubahan dan menggagas visi Restorasi Indonesia juga tidak main-main dengan pernyataan tersebut. Betapa tidak, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dalam banyak kesempatannya berpidato, senantiasa mengingatkan kepada kader dan masyarakat, bahwa gagasan dan konsep perubahan yang diusung oleh Partai NasDem adalah sebuah langkah yang hanya bisa dilaksanakan jika partai ini dipercaya oleh masyarakat, dan menjadi duduk di pemerintahan. Hal tersebut adalah sebuah konsekuensi logis dari perjuangan perubahan sistem yang tidak ingin dilakukan dengan cara kekerasan seperti halnya revolusi, ataupun cara tukar formasi sebagaimana reformasi. Restorasi Indonesia memiliki implikasi dan konsekuensi, bahwa partai ini harus berada sebagai bagian dari partai pemerintah untuk dapat menawarkan konsep perubahan, yang telah digagas sedari masa pendirian organisasi kemasyarakatan. Visi-visi terkait maritim, kebudayaan, politik pemerintahan, pertanian, dan persoalan pokok bernegara lainnya telah dirumuskan oleh pendiri partai ini semenjak awal pendiriannya. Visi-visi tersebut tidak hanya disusun oleh politisi saja, namun seluruh pemikir, akademisi, dan universitas di seluruh Indonesia pun dilibatkan dalam penggodokan wacana perubahan itu. Hal yang memang seharusnya dilakukan jika ingin membangun basis pemerintahan baru yang tangguh secara konseptual dan visi misi yang ingin dicapai, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karenanya, visi serta gagasan hanya akan menjadi wacana di atas kertas dan pembicaraan tanpa perbuatan jika Partai NasDem tidak dapat memberikan masukan langsung di dalam pemerintahan. Untuk itulah, dengan penuh kesadaran dan optimisme akan perubahan, partai ini menjadi partner utama dalam pemerintahan. Hal ini telah dibuktikan semenjak awal masa pencalonan presiden 2014 lalu. Dengan amanah dari masyarakat Indonesia, Partai NasDem mampu lolos sebagai partai parlemen dan berhak berkoalisi mengusung pasangan capres dan cawapres. Pemillihan presiden pun akhirnya membawa Partai NasDem pada apa yang dicanangkan sedari awal. Setelah bersama-sama partai pendukung berhasil menghantarkan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, Partai NasDem pun tetap pada komitmennya sedari awal. Bahwa konsep-konsep restorasi menjadi tawaran utama dalam pemerintahan baru ini. Dibahasakan di dalam program kerja pemerintah, ataupun menjadi semangat dari Revolusi Mental, Restorasi Indonesia senantiasa menjadi rel yang menjadi pijakan bagi kader-kader partai. Begitu pula di lembaga legislatif, dengan kehadiran 36 anggota Partai NasDem dan Fraksi NasDem di DPR-RI juga merupakan bagian partner pemerintah. Dengan menjalankan fungsi sebagai lembaga pengawasan, lembaga pembuat undang-undang, dan anggaran, Fraksi NasDem di DPR pun berkomitmen penuh untuk mendudukkan fungsi kelembagaan, pun juga mengembalikan nafas presidensialisme yang melihat secara proporsional hak prerogatif yang dimiliki oleh seorang presiden. Poin-poin demikian itu, telah tertuang dalam setiap penjelasan mengenai gagasan Restorasi Indonesia di dalam manual book partai yang wajib diketahui dan dipahami oleh setiap kader sejak awal. Partai NasDem pun menyadari, menjadi partai pengusung pemerintah bukan berarti melepaskan fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintahan. Ketua Umum Surya Paloh pun berpesan dalam Sekolah Legislatif Anggota DPR-RI Fraksi NasDem ketika awal memasuki masa tugas di Senayan: ”Seperti yang saya terus terang katakan, ini memang partai pemerintah. Bagaimanapun kita memang harus mengamankan kebijakan pemerintah, ya, itu benar! Namun jika begitu artinya kita tidak bisa memberikan kritik kepada pemerintah? Nah, itu yang salah! Justru karena kita adalah partai pemerintah, maka kitalah yang memberikan kritik paling hebat terhadap pemerintah. Itu baru NasDem! Akan tetapi. Kapan kita perlu membela pemerintah? Melalui kritik yang hebat, dengan moral obligation yang kita miliki, maka kita memberikan kritik yang konstruktif.” Demikian semangat Partai NasDem dalam membangun bangsa dan negara, menjadi partner kerja pemerintahan baik di eksekutif dan legislatif. Tugas dan fungsi kader partai ini tak lain dan tidak bukan untuk benar-benar mengejawantahkan Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo kala itu di hadapan seluruh kader Partai NasDem, bahwa Revolusi Mental yang diusungnya sungguh diinspirasi dari gagasan Restorasi Indonesia. Oleh karena itu, kader-kader Partai NasDem memiliki tanggung jawab moral untuk dapat membuktikan kemampuan untuk bisa menerjemahkan gagasan tersebut dalam bentuk ucapan, perbuatan, dan kebijakan. *Ketua Umum Partai NasDem