Pemahaman Bahaya Covid 19 Harus Sama

11 MEI 2021, 13:33:09 WIB 2 MENIT BACA 959
Pemahaman Bahaya Covid 19 Harus Sama

JAKARTA (11 Mei): Membangun kesadaran masyarakat menjadi hal utama dalam pencegahan penularan Covid-19, kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie, Selasa (11/5).

Menurut Syarif, jika masyarakat belum merata memahami tentang bahaya Covid-19, berapapun petugas yang ditempatkan untuk melakukan pengamanan tidak akan cukup untuk membendung mobilitas masyarakat. Terutama karena dorongan lebaran yang selama ini menjadi tradisi pulang kampung.

"Mungkin mindsetnya belum nyambung antara aturan dengan keselamatan. Padahal ini kan kepentingan umum bukan kepentingan siapa-siapa," ujarnya.

Legislator NasDem itu menjelaskan, larangan mudik yang diberlakukan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 khususnya di bulan ramadan dan lebaran untuk kepentingan umum.

"Yang menjadi pemikiran kita, kenapa masyarakat masih nekat mengejar penyakit (Covid-19)? Seolah-olah mereka tidak memperdulikan aturan dari pemerintah," katanya.

Selain itu, tambah Syarif, pemerintah sudah pula mengupayakan secara teknis, misalnya dengan penyekatan di beberapa titik. Tapi yang terjadi bahkan lonjakan pemudik tidak bisa dibendung.

Menurut Syarif, pemerintah tidak ingin kasus Covid 19 meningkat ke daerah-daerah karena mobilitas masyarakat kota besar ke daerah.

"Saya minta persepsi kita harus seirama. Larangan mudik harus berlaku secara keseluruhan baik bagi pendatang dari luar negeri maupun dalam negeri. Tempat-tempat wisata juga harus diberlakukan sama. Tujuan larangan mudik adalah untuk keselamatan bersama," katanya.

Sehingga, kata Legislator NasDem dari Kalimantan Barat itu harus ada koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Satgas Covid-19, pemerintah daerah, dan operator transportasi agar larangan mudik berjalan efektif.

"Dengan demikian di daerah tidak terjadi lonjakan penyebaran virus korona,’’ tambahnya.

Syarif juga mengatakan agar tidak terjadinya lonjakan kasus Covid 19 yang cukup besar, perlu dilakukan tracking dan karantina bagi para pendatang.

"Hanya itu yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah penularan Covid-19," pungkasnya.(RO/*)