TANGERANG (9 Mei): Pemerintah diminta menjaga kepercayaan masyarakat terkait penanganan Covid-19. Salah satunya memperketat akses ke luar masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno –Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie saat mengunjungi Areal SCP Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, Jumat (7/5). Menurut Syarif, akses keluar masuk Indonesia harus diperketat, karena beberapa waktu lalu kedapatan warga negara asing masuk ke Indonesia. “Kita dapat penjelasan bahwa untuk warga negara asing seperti India itu kita kembalikan ke negara asalnya, sedangkan untuk warga negara Indonesia dilakukan karantina terlebih dahulu," jelas Legislator NasDem tersebut. Syarif berharap pada 6-7 Mei 2021 saat mulai berlakunya larangan mudik, akses transportasi benar-benar diperketat. “Tadi kita dapat penjelasan dari Angkasa Pura, hanya 1500 orang (dengan izin khusus) yang menggunakan moda transportasi udara. Dari sini negara rugi, namun demi kepentingan keselamatan rakyat, peraturan tersebut harus dilakukan,†ujarnya. Dari hasil tinjauan ke Pelabuhan Merak dan Bandara Soekarno Hatta, Syarif menilai aturan larangan mudik sudah berjalan efektif. Hal itu karena masyarakat sudah menyadari bahwa pemerintah tidak ingin adanya penumpukan masyarakat di daerah. “Di Bandara Soetta, kegiatan sangat kosong. Hanya pesawat yang membawa kargo yang dikecualikan beroperasi,†ungkapnya. Wakil rakyat dari dapil Kalimantan Barat I (Sambas, Bengkayang, Kota Singkawang, Landak, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya) itu menjelaskan, pemerintah telah berupaya agar suasana lebaran tidak membawa duka. Masyarakat bisa bersilaturahmi jarak jauh untuk menghindari hal yang lebih fatal. “Ini adalah ikhtiar pemerintah untuk melindungi rakyatnya dengan cara melarang mudik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu kita harus mematuhi protokol kesehatan supaya terhindar dari wabah virus ini," pungkasnya. (dpr.go.id/*)