JAKARTA (3 Juni): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudi Hartono Bangun meminta pemerintah segera menentukan apakah ibadah haji tahun ini dapat terlaksana, sehingga tidak membuat masyarakat semakin bingung. “Intinya jangan memberikan harapan palsu. Pemerintah harus segera memutuskan apakah haji tahun ini diselenggarakan atau tidak. Banyak masyarakat bertanya-tanya mengenai kepastiannya,†tegas Rudi dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/5). Legislator NasDem ini mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 masyarakat yang menunggu haji sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun belum berangkat juga menunaikan ibadah haji. Ditambah dengan masuknya Covid dan tidak adanya haji tahun 2020 membuat antrian ibadah ke tanah suci tersebut semakin lama. “Sebelum pandemi Covid saja, masyarakat yang nunggu untuk haji itu lama sekali, bahkan hingga puluhan tahun. Apalagi ditambah Covid, kemudian diperparah dengan tidak adanya haji tahun 2020, maka semakin lama lagi (waktu tunggu). Jadi intinya jangan di-PHP (pemberi harapan palsu). Kasihan masyarakat,†kata Rudi. Legislator NasDem dari dapil Sumatera Utara III (Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjungbalai, dan Kota Binjai) itu mengatakan, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan pengumuman mengenai kepastian negara-negara mana saja yang boleh dan yang tidak boleh berangkat. Salah satunya Indonesia, disebutkan tidak ada kuota untuk negara ini. Sehingga dapat dipastikan bahwa Indonesia tidak mendapatkan jatah haji. “Kasih tahu saja Pak Menteri. Kasihan masyarakat, apalagi Arab Saudi juga sudah merilis pernyataan resmi bahwa haji tahun ini Indonesia tidak dapat jatah,†kata Rudi. (dpr.go.id/*)