Pemuda NasDem Gelar Diskusi "Halaqah, Komitmen Pemuda Dalam Mengawal Pancasila"

16 JUNI 2017, 04:49:47 WIB 2 MENIT BACA 1164
Jakarta - Garda Pemuda NasDem menyelenggarakan diskusi bertajuk "Halaqah, Komitmen Pemuda Dalam Mengawal Pancasila - Tolak Ideologi Radikalisme" di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, kemarin malam ( Kamis, 15/6). Sekjen Garda Pemuda NasDem, Khairul Anwar yang mewakili Ketua Umum Prananda Paloh mengatakan bahwa salah satu ulama besar, KH Samsul Arifin pernah berkata bahwa Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara kesatuan Republik Indonesia, harus diamalkan, dan tetap dijaga kelestariannya. Aam, sapaan akrab Hairul Amri, menyadari, radikalisme sudah tumbuh subur sejak pemerintahan sebelumnya yang terkesan membiarkan eksistensi kelompok-kelompok radikal. “Ini saatnya pemerintahan Jokowi untuk bertindak tegas, setelah pemerintahan sebelumnya bersikap lamban dalam merespon kelompok-kelompok radikal yang semakin berani menunjukkan eksistensinya,” tegas Aam. "Itu artinya apa yang kita lakukan adalah bagian kecil dari apa yang digaungkan oleh para alim ulama yang notabene juga para pendiri bangsa," jelasnya. Menurutnya semua warga negara Indonesia harus berpegang teguh pada Pancasila. Sebab, saat ini faham-faham radikalisme sudah menyebar kemana-mana. Paham-paham radikalisme diakuinya sangat jamak diajarkan pada para anak muda yang memang masih perlu bimbingan dari semua pihak. "Kita tidak boleh menutup mata dengan keadaan ini. Oleh karena itu Garda NasDem pun terpanggil untuk melakukan diskusi ini," imbuhnya. Sementara itu, Ketua Bidang Agama Garda Pemuda NasDem Cheppy Aprianto menyebut kegiatan ini hanyalah salah satu upaya untuk meminimalisir gerakan radikalisme yang sudah meluas di bumi pertiwi. “Benteng utama penanganan Radikalisme harus dimulai sejak dini dan dilakukan oleh semua pihak tidak terkecuali guru ngaji yang harus mampu mengajarkan nilai–nilai kearifan dan kesantunan dan toleransi terhadap semua agama,” pungkas Cheppy. Hadir dalam diskusi tersebut yang mewakili Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius, Abdul Rahman Kadir. Di awal pemaparannya, Abdul Rahman menayangkan video Nana Ikhwan Maulana, seorang pelaku yang meledakkan bom di Hotel JW Marriott pada 2009 lalu. Video yang dibuat 20 hari sebelum bom diledakan itu menampilkan Nana yang nampak antusias dan sukacita.