Jakarta – Politisi Partai NasDem Supiadin mendesak pemeritah untuk segera melakukan nota protes diplomatik terhadap Malaysia perihal pelanggaran batas wilayah. Ia menganggap bahwa selama ini Malaysia tidak menghormati kedaulatan Indonesia karena aktivitas militernya di wilayah air dan udara blok Ambalat. “Yang jelas itu pelanggaran dari Malaysia mengenai batas wilayah. Seharusnya tidak boleh terjadi, mereka mancing-mancing kita dan mereka harus menghormati kedaulatan Indonesia. Seharusnya segera dilakukan nota protes diplomatik kalau data pelanggaran lengkap sudah didapat,” ungkap Supiadin. Dalam setiap kegiatan militernya, menurutnya, pesawat tempur Malaysia dengan sengaja memasuki wilayah udara Indonesia ketika mengetahui pesawat tempur Indonesia berada jauh dari Ambalat. Hal ini yang dianggap Supiadin sebagai upaya menyepelekan kedaulatan dan kekuatan tempur Indonesia. Dalam pandangannya, nota protes diplomatis memiliki dua makna bagi kedua negara yang bertetangga. Pertama, nota protes bertujuan untuk menegur Malaysia secara politis bahwa telah terjadi pelanggaran batas wilayah. Kedua, sebagai penanda bahwa kekuatan militer Indonesia selalu waspada terhadap aktivitas militer Malaysia di perbatasan. Terkait hubungan diplomatis Indonesia dengan Malaysia, Supiadin menuturkan pengalamannya saat bersama Surya Paloh bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak beberapa waktu lalu. Pada pertemuan itu dibahas pula mengenai keadaan perbatasan blok Ambalat bahwa masing-masing negara harus menahan diri. Pada akhir pertemuan tersebut bahkan dihasilkan rekomendasi untuk bisa menjaga Ambalat tetap damai. “Saya bersama Surya Paloh bertemu dengan Perdana Menteri (Najib) sudah mengatakan sebaiknya untuk Ambalat kita masing-masing menahan diri. Bagaimana kita me-maintain supaya di Ambalat itu damai. Tapi kenyataan dilapangan juga ternyata masih ada pelanggaran-pelanggaran,” tuturnya Untuk meningkatkan penjagaan di wilayah perbatasan, anggota Komisi I DPR ini mendorong TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara melakukan patrol perbatasan intensif. Hal ini dilakukan untuk menciptakan efek deteren terhadap militer Malaysia. Dalam catatan TNI sendiri, blok Ambalat kembali memanas sejak Januari sampai Juni 2015. Setidaknya telah terjadi sembilan kali pelanggaran batas wilayah yang dilakukan oleh Tentara Angkatan Udara Malaysia di blok tersebut. Panglima TNI sendiri sudah meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengeluarkan nota protes kepada Malaysia terkait persoalan ini.