JAKARTA (18 Mei): Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni mengajak semua pihak agar saling menghormati dan tidak arogan di jalanan. Pernyataan Legislator NasDem itu setelah menyaksikan fenomena arogansi warga terhadap petugas dan aparat kepolisian yang sedang menjalankan tugas. "Saya geram sekali melihat fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini, masyarakat melawan polisi yang sedang bertugas, bahkan hingga memaki-maki mereka," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/5). Sahroni mengemukakan hal itu terkait berbagai dokumentasi di media sosial yang menunjukkan masyarakat yang mengamuk hingga memaki petugas. Menurutnya, kejadian arogansi tersebut bukan hanya dilakukan satu orang, melainkan berkali-kali terjadi dan selalu berakhir dengan permohonan maaf pelaku dan pernyataan tidak mengulang lagi di atas meterai Rp10.000. Bendahara Fraksi NasDem DPR RI itu memandang perlu tindakan yang lebih tegas oleh petugas terhadap para pelaku keributan tersebut, di antaranya dengan kerja sosial atau dipenjara. "Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Harus ada hukuman keras agar masyarakat juga bisa lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial atau dipenjara saja," ujarnya. Legislator NasDem dari dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) itu menilai, upaya penyelesaian yang ada saat ini hanya dengan tanda tangan di atas meterai, tidak memberikan efek jera dan justru mencoreng harga diri hukum di Indonesia. Oleh karena itu, Sahroni meminta kepada kepolisian untuk memberikan sanksi hukuman yang lebih berat terhadap masyarakat yang memaki petugas. "Kalau semua kasus pelanggaran diselesaikan hanya dengan meminta maaf dan meterai Rp10.000, tidak akan memberikan efek jera. Saya khawatir harga diri hukum Indonesia jadi jatuh di mata publik, aparat tidak dihargai," pungkasnya. (dpr.go.id/*)