Presiden Resmikan ABN Partai NasDem

16 JULI 2017, 16:10:20 WIB 3 MENIT BACA 948
Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Minggu (16/7). Dalam kesempatan tersebut Presiden juga memberikan kuliah umum perdana di akademi tersebut. ABN2Presiden menyatakan sangat mengapresiasi keberadaan ABN. Menurutnya, hal ini adalah sumbangsih dari elemen bangsa bagi bangsa dan negara. Dia berharap hal semacam ini diikuti oleh partai dan ormas lainnya. Dalam kuliah umumnya Jokowi menyampaikan, dunia saat ini dengan sangat nyata tengah berebut kue ekonomi dunia. "Semua negara menatap masa depan dengan inovasi-inovasi," ujar Presiden. Dia melanjutkan, betapa cepatnya perubahan-perubahan yang terjadi di dunia iniABN. Oleh karena itu dia mengajak semua pihak untuk mengubah pola pikir dari yang tidak produktif menjadi produktif. "Demontrasi yang tidak produktif, ujaran-ujaran kebencian, permusuhan sesama anak bangsa, marilah kita sudahi," ajaknya. Jokowi mengimbau, yang harus ditumbuhkan di sesama anak bangsa adalah sikap saling menghargai atas kerja-kerja anak bangsa. "Di sini karakter bangsa menjadi kuncinya," imbuhnya. Presiden Jokowi melanjutkan, "Tidak ada artinya pembangunan infrastruktur jika karakter bangsanya tidak terwujud." Oleh karena itu Jokowi menegaskan, tidak akan membiarkan kebebasan yang ada digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk merongrong negara dan Pancasila. "Bagi mereka yang tidak sepakat dengan Perppu (pembubaran ormas radikal) silakan tempuh jalur hukum. Indonesia adalah negara hukum," tegas Presiden. ABN3Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap Akademi Bela Negara (ABN) yang didirikan Partai Nasdem. Mengingat akademi tersebut merupakan salah satu upaya perwujudan Pasal 27 Ayat 3, UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. "Aksi bela negara itu menjadi tanggung jawab kita semuanya sebagai anak bangsa. Di manapun kita berada, apapun pendidikan kita, profesi kita, pekerjaan kita, kaya, miskin, kader partai, aktivis, LSM, olahragawan, budayawan, semuanya mempunyai hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama untuk bela negara," ujar Presiden. Oleh karena itu, Presiden berharap inisiatif Partai Nasdem ini dapat menjadi contohABN4 bagi elemen masyarakat lainnya. Mengingat tujuan didirikan Akademi Bela Negara ini adalah untuk melahirkan kader-kader bangsa yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat, kehidupan rakyat yang lebih baik, dan terus merawat demokrasi. Terakhir, Presiden mengajak seluruh kader untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan, menjaga Pancasila, UUD 1945, dan kebinekaan NKRI. Caranya adalah dengan menanamkan etos kerja, disiplin nasional, integritas, kejujuran, moralitas,nilai-nilai akal budi, dan kesopanan dalam diri para kader. "Karena kita harus sadar, jiwa-jiwa yang mulia ini amat dibutuhkan untuk menghantar bangsa ini kepada bangsa yang maju dan sejahtera," ucap Presiden. ABN5Sementara itu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mendampingi Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut. Surya juga mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga dan melanjutkan perjuangan mempertahankan ideologi Pancasila. Dia menandaskan bahwa Presiden Joko Widodo adalah pemimpin bangsa yang harus selalu didukung. Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua DPR Setya Novanto, MenterABN1i Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Jaksa Agung Prasetyo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Agus Widjojo, serta Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Gubernur ABN IGK Manila.