JAKARTA (21 Desember): Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Aminurokhman menilai Ratu Kalinyamat merupakan perempuan pejuang yang tangguh, cerdas, dan berhasil membawa Jepara, Jawa Tengah mencapai kejayaan di abad ke-16. Ia mendukung upaya pengarsipan Ratu Kalinyamat sebagai Memori Kolektif Bangsa. Memori Kolektif Bangsa adalah arsip dari sejarah perjalanan bangsa yang merupakan aset nasional yang menggambarkan identitas dan jati diri Bangsa Indonesia. "Nama besar Ratu Kalinyamat telah melekat dalam memori kolektif masyarakat dan telah menjadi legenda dalam khazanah historiografi Jawa," kata Amin dalam Forum Diskusi Denpasar 12 dengan tema 'Ratu Kalinyamat sebagai Memori Kolektif Bangsa', secara daring, Rabu (21/12). Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Sultan Trenggono, Raja Kerajaan Demak ke-3. Ratu Kalinyamat adalah pemimpin Jepara pada abad ke-16. Salah satu kiprahnya yang heroik adalah perlawanannya terhadap Portugis. Amin mengatakan, kiprah politik serta perjalanan hidup Ratu Kalinyamat sangat inspiratif bagi generasi penerus. Ratu Kalinyamat merupakan tokoh penting dan masyhur karena kepemimpinannya yang tegas dan berani. Dalam konteks perempuan, Ratu Kalinyamat juga berhasil mengasuh adiknya, Pangeran Timur, yang kemudian menjadi Panembahan Madiun. "Banyak nilai yang bisa diambil dari Ratu Kalinyamat. Salah satunya adalah kegigihan perempuan dalam melakukan perlawanan pada ketidakadilan," tandasnya. Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Pasuruan) itu menegaskan, dirinya optimistis Ratu Kalinyamat sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa. "Sosialisasi masif sepak terjang Ratu Kalinyamat penting dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang diwariskan. Upaya pelurusan sejarah harus konsisten agar sepak terjang para pendahulu dapat dimaknai secara benar oleh generasi penerus bangsa," pungkas Amin.(dis/*)