Reses H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH

08 APRIL 2015, 16:26:55 WIB 3 MENIT BACA 1682

Suara Dapil/Reses
H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH

Warga kaget. Kedatangan Anggota DPR RI, H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH ke Sekip Lama Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang dirasakan sejumlah warga dan konsituennya sebagai kejutan.

Salah satunya Gunawan. Warga Sekip Lama Kecamatan Singkawang Tengah ini serta merta mengungkapkan keterkejutannya saat mendapat giliran untuk bertanya.

“Sama sekali saya tidak menyangka kami didatangi anggota DPR RI. Info kedatangan Pak Syarief baru kami terima sore tadi,” ucap Gunawan di hadapan puluhan warga yang berkumpul di musholla, pada Kamis (5/3/15).

Kedatangan Sekretaris Fraksi Partai NasDem ini dalam rangka kunjungan kerja penyerapan aspirasi pada reses masa sidang II tahun 2015.



Selain Kota Pontianak, Abdullah sendiri sudah mengunjungi masyarakat Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sambas.

Abdullah mengaku hampir 2 minggu kurang istirahat sejak tiba di Pontianak. Selain menerima konstituen di rumahnya, Abdullah bersama staf menyusuri daerah-daerah pelosok, seperti Kendawangan, Ketapang, dan Sukadana Kayong Utara.

Tak lupa Abdullah meminta maaf saat itu karena baru bisa menyambangi Singkawang. Kepada warga yg menyambutnya, ia mengatakan sebelumnya sudah ke Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak.

Secara terbuka Abdullah mengatakan bahwa kedatangannya ingin menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Tujuannya untuk percepatan pembangunan di Kalimantan Barat. “Pembangunan maju, tentu muaranya pada kesejahteraan rakyat,“ tandas Abdullah.

Di Kota Singkawang, Abdullah blusukan di Sekip Lama Kecamatan Singkawang Tengah dan kawasan Marhaban Desa Lirang Kecamatan Singkawang Selatan. Di sana, ia sudah disambut Walikota Singkawang, H. Awang Ishak beserta jajaran SKPD Pemkot Singkawang.

Selain persoalan pendidikan dan infrastruktur, persoalan pertanian, drainase dan moratorium, penerimaan CPNS juga paling banyak dikeluhkan masyarakat di Singkawang Tengah.

Begitu juga di Kecamatan Singkawang Selatan, masalah irigasi dan pintu air bagi kawasan pertanian yang kurang sehingga jumlah panen lebih banyak tergantung pada cuaca.

Termasuk terbatasnya ketersediaan alat dan mesin pertanian, serta pupuk. Juga rendahnya perhatian pemerintah terhadap guru-guru swasta, terutama kesejahteraannya.

“Kita akan membahas semua aspirasi ini nanti di Jakarta (baca: DPR RI). Mengenai pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru swasta, termasuk di madrasyah dan pondok pesantren,” ujar Abdullah prihatin.

Abdullah yg juga Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Barat ini, mengakui bahwa tugas, fungsi dan tanggungjawabnya, baik guru PNS maupun guru swasta dan honorer itu sama-sama berperan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pertemuan dgn Walikota Singkawang itu, juga terungkap persoalan pembangunan Bandara Kota Singkawang tentang kewenangan pemerintah kota maupun kabupaten yang ditarik ke pemerintah provinsi.



Diungkapkan Walikota Singkawang, Awang Ishak, terhambatnya pembangunan bandar udara Kota Singkawang lantaran tanah yang sudah dihibahkan ke Pemkot Singkawang menjadi barang bukti oleh aparat hukum.

Selain itu, Awang Ishak juga membeberkan banyak kewenangan yg dulunya  berada di kabupaten/kota telah ditarik menjadi kewenangan provinsi, semisal soal galian C. Bilamana terjadi sesuatu, lanjut Awang, siapa yang akan mengawasinya di lapangan, jika pengurusan izinnya harus ke pemprov.

Lalu satu persatu aspirasi dari pemerintah kota itu ditanggapi oleh Abdullah. Masalah bandar udara Kota Singkawang, Abdullah akan berupaya mencarikan solusi agar pembangunan bandar udara yang berdampak multiefek bagi masyarakat ini bisa cepat terselesaikan.

Sementara itu, mengenai kewenangan pemerintahan, legislator asal dapil Kalbar ini mengungkapkan bahwa Fraksi NasDem sedang mengkaji UU yang terkait kewenangan tersebut. “Kita akan kaji dan menggembalikan ‘semangatnya’ pada otonomi daerah,” pungkas Abdullah.