Syarif Fasha Minta Rumah Sakit Perkuat Layanan Pascatindakan

15 JUNI 2026, 07:10:32 WIB 2 MENIT BACA 175
Syarif Fasha Minta Rumah Sakit Perkuat Layanan Pascatindakan

SURABAYA (15 Juni): Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Syarif Fasha, meminta rumah sakit memperkuat layanan pascatindakan agar pasien tetap mendapatkan akses konsultasi dan pendampingan yang memadai setelah menjalani perawatan medis.

Menurutnya, kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan tindakan medis, tetapi juga oleh kemudahan pasien memperoleh informasi dan tindak lanjut pascaperawatan.

Fasha menilai persoalan yang kerap muncul di sejumlah rumah sakit besar adalah sulitnya pasien berkomunikasi dengan dokter setelah tindakan medis dilakukan. Dalam banyak kasus, konsultasi lanjutan sepenuhnya diserahkan kepada asisten, sehingga respons terhadap pertanyaan pasien menjadi kurang optimal.

“Biasanya kalau kita sudah ke rumah sakit yang sudah canggih seperti ini, baik sumber daya manusia apalagi ditangani oleh dokter-dokter yang top, pascatindakan itu kita mau konsultasi ke dokter sudah sulit. Biasanya diserahkan ke asisten. Nah, asisten ini terkadang ketika ditanya hari ini, besok baru dijawab,” ujar Fasha dalam Kunjungan Kerja BURT DPR  ke National Hospital Surabaya, Jumat (12/6/2026). 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan dan rasa aman pasien selama masa pemulihan. Padahal, komunikasi yang cepat dan jelas sangat dibutuhkan pasien untuk memahami perkembangan kondisi kesehatannya setelah menjalani tindakan medis.

Karena itu, mantan Wali Kota Jambu itu mendorong manajemen rumah sakit untuk memperkuat sistem pendampingan dan komunikasi pascatindakan, termasuk memastikan setiap pertanyaan pasien mendapat respons yang cepat dan tepat.

Ia juga mengingatkan pimpinan rumah sakit agar melakukan pengawasan terhadap kualitas layanan yang diberikan staf di lapangan. 

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik harus mencakup seluruh rangkaian layanan, mulai dari tindakan medis hingga pendampingan setelah pasien meninggalkan ruang perawatan.

“Kadang-kadang pimpinan tidak mengetahui perilaku staf atau karyawan di bawahnya, padahal hal-hal seperti itu bisa memengaruhi pelayanan kepada pasien,” tegasnya.

Fasha berharap rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas layanan pascatindakan sehingga pasien tidak hanya memperoleh penanganan medis yang baik, tetapi juga mendapatkan kepastian informasi dan pendampingan selama proses pemulihan. (dpr.go.id/*)