SORONG (30 April): Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia, menegaskan bahwa kebersihan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata di Kota Sorong dan Papua Barat Daya umumnya.Pernyataan itu disampaikan seusai menghadiri Sosialisasi Tata Kelola Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata yang digelar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, di The Belagri Hotel & Convention, Sorong, Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 pelaku pariwisata setempat.Rico hadir sekaligus membuka kegiatan yang juga dihadiri Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, serta akademisi Universitas Papua Kampus Raja Ampat sebagai narasumber.Ia menekankan bahwa pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh destinasi, tetapi juga kesan pertama saat tiba di daerah tujuan, termasuk di bandara sebagai pintu masuk utama.“Kepariwisataan itu butuh kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan. Mulai dari bandara, saat orang turun mereka butuh fasilitas yang bersih, seperti toilet. Ini penting untuk membentuk kesan pertama bahwa Kota Sorong itu bersih,” ujar Rico.Rico juga menilai Sorong tidak tepat jika hanya dipandang sebagai kota transit, karena memiliki potensi wisata yang beragam.“Selama ini orang menyebut Sorong sebagai kota transit, padahal tidak. Di Sorong juga banyak destinasi wisata, seperti di Suprau, Bukit Cinta, dan lainnya,” jelasnya.Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi bagi pelaku pariwisata untuk menjaga kebersihan dan keamanan demi menciptakan kenyamanan wisatawan.“Industri pariwisata ini membutuhkan kebahagiaan. Wisatawan harus merasa nyaman, aman, dan senang ketika datang. Itu yang harus kita ciptakan bersama,” tegasnya.Rico juga mendorong pemerintah daerah menyusun panduan perjalanan wisata terintegrasi di Papua Barat Daya agar wisatawan memiliki arah kunjungan yang jelas.“Kita butuh guideline. Misalnya ke Raja Ampat berapa hari, ke Kota Sorong berapa hari, ke Sorong Selatan atau Tambrauw berapa lama. Ini penting supaya wisatawan punya arah dan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.Legislator NasDem dari Dapil Papua Barat Daya itu berharap, melalui sosialisasi itu, seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi untuk membangun pariwisata di Sorong dan sekitarnya lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan. (Yudis/*)