Jakarta – 20 Oktober mendatang pemerintahan Jokowi-JK memasuki tahun pertamanya. Tidak sedikit yang menilai bahwa masih banyak terdapat kebolongan yang belum mampu dicapai pemerintahan saat ini. Namun demikian banyak pula yang menilai positif satu tahun pemerintahan Jokowi-JK karena telah menghasilkan kemajuan signifikan. Termasuk diantaranya datang dari anggota DPR dari Fraksi NasDem, Luthfi A. Mutty. Luthfi yang juga duduk di omisi II DPR ini mengapresiasi progresifitas pembangunan sosial, ekonomi, dan politik sudah sangat baik. Hal ini menurutnya berkat keseriusan pemerintah dalam setiap pengambilan keputusan. “Satu hal yang paling saya lihat dari keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK di satu tahun pertamanya adalah kemampuannya dalam mengeksekusi rencana pembangunan yang seharusnya dilakukan masa lalu. Dalam mengambil keputusannya juga cepat dan ini yang tidak ada di pemerintahan sebelumnya,†tuturnya saat dihubungi, Senin (19/10). Isu tentang sosial politik adalah titik konsentrasi publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK, namun Luthfi melihat bahwa pemerintah berhasil menanganinya. Ia mencontohkan pemerintah dengan cepat menyelesaikan kasus sentimen agama di Tolikara Papua mengakibatkan ada tempat ibadah yang terbakar. Kerusuhan serupa yang terkait SARA menurut perhitungan dia jumlahnya sangat banyak di masa lalu. Dalam pengamatannya, tahun 2012 saja total pengaduan kekerasan yang berhubungan dengan SARA ke Komnas HAM mencapai 58 berkas pengaduan. Angka tersebut menyusut di tahun 2015 dengan dua kasus kekerasan besar seperti di Tolikara dan di Singkil Aceh. “Angka terus menunjukkan hasil yang baik, namun pemerintah ke depannya harus bisa meningkatkan itu karena tantangan akan lebih besar,†jelasnya. Dalam bidang supremasi hukum, Luthfi menekankan pada prestasi yang telah ditorehkan oleh KPK, Kejaksaan dan Polri dalam upaya memberantas korupsi. Seraya mengutip data yang dirilis oleh ICW bahwa setidaknya semester pertama tahun 2015 sebanyak 590 kasus sudah ditetapkan tersangkanya. Bagi Luthfi, angka tersebut sangat membanggakan ditengah isu pelemahan pemberantasan korupsi KPK. “Puas juga terhadap kasus-kasus hukum yang tengah ditangani. Kasus korupsi yang besar-besar telah terungkap,†tuturnya. Meski demikian, Luthfi juga mengisyaratkan bahwa perbaikan di bidang hukum harus menjadi bagian dari upaya selanjutnya. Mantan staff ahli Wapres Budiono ini juga berkomentar soal tren positif yang telah dilakukan Pemerintah Jokowi-JK dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Menurutnya, meski belum begitu menggembirakan, fundamental pembangunan masyarakat sudah menunjukkan tren ke arah yang makin membaik. Ia menyebut contoh tentang langkah pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan petani dengan menyediakan infrastruktur penunjang pertanian secara berkala dan berkelanjutan.  “Kita lihat upaya pemerintah dalam membuat irigasi dan bendungan. Ini langkah nyata untuk kesejahteraan petani,†tegasnya. Pada bidang perekonomian, Luthfi menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia sampai dengan Oktober 2015 cukup memuaskan. Pasalnya setelah rupiah terperosok hampir mendekati Rp. 15.000, pemerintah mampu mengangkatnya kembali dalam beberapa hari saja. Angka inflasi year on year (yoy), menurut Luthfy, Indonesia mencatatkan stabilitas yang baik di angka 4%-7%.