JAKARTA (7 Juli): Fraksi Partai NasDem DPR RI menerima audiensi Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah untuk menyerap berbagai aspirasi terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari transportasi, pelayanan di bandara, hingga regulasi haji khusus dan umrah, sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah."Fraksi Partai NasDem hari ini menerima audiensi Asosiasi Haji dan Umrah. Kami menerima banyak masukan dan aspirasi yang nantinya akan kami tindak lanjuti bersama mitra terkait," ujar anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, seusai audiensi di Ruang Rapat Fraksi Partai NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).Menurut Dini, penyelenggaraan haji dan umrah ke depan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, sejumlah anggota Komisi VIII dan Komisi V DPR Fraksi Partai NasDem hadir dalam audiensi untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan transportasi dan layanan. Di antaranya Kapoksi Partai NasDem Komisi V DPR Fadholi, anggota Komisi V DPR Teguh Iswara Suardi, Anggota Komisi VIII DPR Sri Wulan dan Dini Rahmania."Kami, saya selaku Komisi VIII, mewakili Komisi VIII dan juga ada tadi dengan Komisi V, karena permintaannya terkait dengan transportasi, kemudian pelayanan juga di bandara, serta regulasi-regulasi terkait dengan haji dan umrah, haji khusus dan umrah," ungkap Dini.Selain itu, lanjut Dini, asosiasi juga menyampaikan aspirasi mengenai penambahan kuota petugas haji khusus, peningkatan fasilitas di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, hingga penurunan biaya avtur yang dinilai berpengaruh terhadap harga tiket penerbangan bagi jemaah umrah.Dini menilai aspirasi tersebut penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah umrah terbesar di dunia. Tercatat sekitar 1,6 juta warga Indonesia berangkat menunaikan ibadah umrah setiap tahun, kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya perjalanan akan memberikan manfaat bagi jemaah maupun penyelenggara perjalanan ibadah."Jadi permintaannya sekarang avtur harganya sudah turun, harapannya juga turun. Karena kita ketahui jemaah umrah Indonesia kurang lebih 1,6 juta per tahun yang berangkat, dan ini akan mempengaruhi jemaah maupun biro perjalanan," pungkasnya. (safa/*)