Surya Paloh: Kalau Ingin Maju, Bangsa Ini Butuh Kejujuran dalam Bersikap

03 NOVEMBER 2015, 21:26:43 WIB 2 MENIT BACA 1107
Wisma Pelaut Bitung menjadi tempat pagelaran agenda Koordinasi dan Konsolidasi DPW dan DPD Partai NasDem se-Sulawesi Utara. Ribuan kader dan simpatisan yang hadir, duduk berderet rapi di bawah tenda yang disiapkan panitia, semakin menyemarakkan agenda menyambut Pilkada Serentak di Sulawesi Utara terutama di Kota Bitung.
Kehadiran Surya Paloh mendapat sambutan luar biasa dari segenap kader dan simpatisan yang hadir. Dalam prakatanya, Bung Surya, begitu ia sering disapa, mengungkapkan bahwa tugas seorang negarawan yang akan memimpin pemerintahan daerah adalah mewujudkan kesejahteraan rakyatnya sendiri, dan itu tidak mudah.
“Bukan semakin kecil dan semakin mudah untuk kita hadapi, karena kita berhadapan dengan tantangan yang jauh lebih kompleks dalam seluruh aspek kehidupan. Tidak hanya aspek ekonomi dan politik tapi semua hingga ke tingkat kesejahteraan masyarakat,” tutur Surya Paloh.
Menurut Surya, tantangan perubahan terus bergerak maka mau tak mau bangsa ini harus bersiap menghadapinya. Prasyarat utama yang tak bisa ditawar menurutnya adalah menempa pemahaman kita sebagai satu bangsa untuk jujur menerima kondisi objektif kehidupan yang kita rasakan. 
“Kita harus sadar, bangsa kita jauh tertinggal dari bangsa lain. Kalau kita bekerja terus dengan seluruh energi dan motivasi, ketulusan, keikhlasan yang kita miliki kita akan berpotensi jadi pemimpin dunia. Tetapi kembali berpulang kepada diri kita, jujurkah kita pada diri kita?” Ujarnya.
Surya Paloh mengingatkan, bangsa ini tak bisa lagi berilusi tentang kehebatan semu. Yang  dibutuhkan bangsa ini menurutnya, adalah kesadaran tentang realitas obyektif negara dan bangsa ini. Oleh karenanya, semangat kemajuan bangsa harus terus digelorakan di mana saja.
“Kalau ingin maju maka syaratnya adalah harus ada kejujuran dalam bersikap. Peran utama adalah bagaimana kita harus bisa lebih meminimalkan seluruh pikiran yang mempermainkan akal sehat. Berubah dari mindset kita sendiri,” tegasnya.
Untuk itu, Bung Surya menegaskan, NasDem hadir sebagai lentera di tengah kegelapan dengan menyodorkan dua tawaran. Tawaran ini adalah sebuah solusi untuk menyongsong kebangkitan bangsa dan mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
“NasDem menawarkan politik gagasan, gerakan perubahan untuk kemajuan negeri ini. Dan untuk itulah, diperlukan Restorasi Indonesia, yaitu bagaimana kita memperkuat kembali semua aspek tatanan sendi kehidupan. NasDem menawarkan ini maka ketika politik transaksional hadir di muka kita, NasDem tidak mau itu. Mudah mengucap tapi sulit melakukan. Di sini butuh pemimpin baru yang berpikir cerdas, tapi tidak terbatas untuk kepentingan kita pribadi, kelompok, partai tapi kita terbatas untuk kemaslahatan bangsa,” pungkasnya.