Viktor Laiskodat: Kami Tidak Membangun Partai Ini Main-Main, Jangan Ada Penyesatan Opini

21 OKTOBER 2015, 20:02:36 WIB 3 MENIT BACA 1188

Jakarta – Setelah ramai publik dihebohkan dengan penetapan tersangka oleh KPK kepada Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella, kini ramai pemberitaan yang menghubungkan kasus tersebut ke petinggi dan Partai NasDem.

Media mulai mengaitkan dugaan penerimaan suap oleh Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji dan Istrinya seolah juga mengalir ke petinggi dan Partai NasDem. Puncaknya, sejumlah media keras bersuara menggiring opini pembubaran partai yang didirikan Surya Paloh ini.

Tidak tinggal diam, sejumlah petinggi Partai NasDem mengatakan bahwa sudah dibentuk tim untuk menginvestigasi dugaan operasi  penggiringan opini negatif oleh pihak  tertentu yang ingin melemahkan partai.

Reaksi keras juga disampaikan Ketua Fraksi NasDem di DPR, Viktor Bungtilu Laiskodat berkenaan dengan operasi penggiringan opini negatif kepada partainya.

“Kalau main-main membuat opini yang nggak-nggak, melemahkan partai ini, kau berhadapan dengan saya. Berhadapan dengan saya, saya pastikan itu,” ujar Viktor berapi-api di salah satu acara televisi, Selasa (20/10).

Pernyataan keras tersebut disampaikan Viktor karena menurutnya ada sinyalemen upaya pihak tertentu yang iri dan ingin partainya dihancurkan.

Sebagai panglima Partai NasDem di DPR, begitu dia menyebut dirinya, Viktor dengan tegas menyatakan bahwa kasus yang disangkakan KPK kepada mantan Sekjen Partai NasDem bukanlah kasus yang perlu dibesar-besarkan. Dengan nilai sangkaan suap yang menurut kuasa hukum Rio Capella hanya sekitar 200 jutaan, menurutnya adalah nilai yang kecil ketimbang keseriusan Partai NasDem membangun politik gagasan dan politik nilai yang selama ini dijalankan.

“Jadi kalau main cawe-cawean yang bangsa begini, bukan main kami,” ujarnya.

Merinci kiprah partai dan fraksinya di DPR, Viktor mengatakan telah banyak peluang perolehan uang dari negara yang dengan tegas ditolaknya. Dia menyebutkan bahwa Partai NasDem adalah partai pertama yang dengan tegas menolak pemberian uang saksi saat pemilu yang lalu. Lebih dari itu, Partai NasDem juga menolak mahar politik dalam proses Pemilu dan Pilkada bahkan membiayai sendiri survei yang diperlukan untuk memastikan popularitas dan elektabilitas calon legislator dan calon kepala daerah yang akan diusungnya.

Bahkan dalam kiprahnya sebagai panglima Partai NasDem di DPR, dia menjelaskan bahwa fraksinya-lah yang secara gegap gempita menyatakan penolakannya terhadap dana aspirasi yang sebenarnya menjadi hak anggota sebagaimana UU MD3 No.17 Tahun 2014 dan Peraturan Tata Tertib DPR. Begitu pula halnya dengan kenaikan tunjangan anggota dewan yang tegas ditolak fraksinya. Fraksi NasDem bahkan mendatangi bank untuk memblokir jika ada rekening anggota Fraksi NasDem menerima tambahan tunjangan.

“Kalau ada satu dua kami ternyata tidak mampu bertahan karena mempertahankan nilai itu (restorasi-red), bukan karena partainya akan mati. Nilai ini tidak akan pernah mati,” tegasnya.

Viktor menolak keras pihak tertentu yang haus kekuasaan menghubungkan kasus yang dihadapi Rio Capella dengan kader dan petinggi Partai NasDem lainnya. Membangun rasa curiga dengan tujuan melemahkan partai menurutnya adalah prilaku yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.

“Ada Jaksa Agung terlibat, ada Ketua Umum terlibat, melemahkan semua kita, saling mencurigai, apa betul apa tidak?! Buka! Kalau tidak ada sampaikan, bahwa itu keliru, tidak ada,” tegasnya.

Dia tidak menginginkan pihak tertentu yang ingin menari diatas gendering orang lain. Karena menurutnya Partai NasDem membangun bangsa ini dengan kejujuran hati. Karena itu dia menegaskan agar jangan ada siapapun yang tanpa fakta kemudian saling melempar isu, opini, dan melemahkan partainya.

“Jaksa Agung anda pengen ganti. Yah kalau ada yang mau jadi Jaksa Agung silahkan saja tanya Presiden, tertarik nggak (dengan calon yang diajukan). Nggak ada urusan sama NasDem. Nggak ada urusan!” katanya.

Lebih jauh Viktor menyampaikan tantangannya apabila ada bukti yang kuat untuk memeriksa kader NasDem yang diduga terlibat korupsi maka Partai NasDem tidak akan menghalanginya.  Namun dia juga menegaskan bahwa semua pemeriksaan harus memiliki dasar hukum. Bukan berdasarkan opini.

“KPK kalau ada siapapun dalam Partai NasDem, buka, periksa, tangkap! Jangan main opini. Jangan tunggu, periksa,” pungkasnya.

Namun seperti dia tegaskan dalam berbagai kesempatan jangan menyesatkan opini seolah-olah Partai NasDem bermasalah.  Penyesatan opini tanpa fakta inilah yang pasti akan dilawan oleh Partai NasDem.