Wapres Hingga Olahragawan Hadiri Bukber Partai NasDem

21 JUNI 2015, 06:10:42 WIB 2 MENIT BACA 1316

Jakarta – Hari ketiga buka puasa bersama yang digelar Partai NasDem tahun ini, Sabtu (20/06), terbilang spesial. Dalam acara ini berkumpul tokoh politik, pejabat, dan tokoh agama, seniman, hingga olahragawan. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem Bachtiar Aly mengapesiasi acara yang mampu menyatukan seluruh kalangan dalam suasana khidmat.

Acara buka puasa bersama ini digelar di halaman Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia yang disulap menjadi  area luas dengan pernik ramadhan yang khas. Sebelum waktu berbuka tiba, telah hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agraria dan BPN Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Ketua MPR Dzulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD Irman Gusman, juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain itu, turut hadir pula para anggota raksi NasDem serta fungsionaris Partai NasDem.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum berbuka puasa, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh memberikan bingkisan kepada anak-anak dari berbagai panti asuhan. Namun yang berbeda di tahun ini adalah pemberian apresiasi dari Partai NasDem kepada tokoh-tokoh inspirator. Para tokoh ini dianggap telah menorehkan prestasi sepanjang hidup dan memiliki dedikasi terhadap bidang yang ditekuninya. Mereka adalah mantan pembalap sepeda Enceng Durahman, penyanyi dan aktris Laila Sari, mantan Juara Uber Cup Tati Sumirah, dan penulis legendaris Nestor Rico Tambunan.

Sembari menunggu waktu berbuka tiba, para undangan mendengarkan tausyiah menyejukkan dari Dr. Quraish Shihab. Pada acara Buka Bersama bertajuk “Ramadhan Tumbuhkan Nilai Kepatutan Insaniah dalam Berbangsa” ini, Quraish Shihab menyampaikan tausyiah mengenai kepatutan insani dan hakikat manusia.

Ia memaparkan bahwa dalam memandang kepatutan insaniah, manusia harus memiliki keseimbangan antara keperluan ruhaniah dan duniawi. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk bisa menjalankan kedua-duanya tanpa harus mengenyampingkan salah satunya.

“Pernyataan tentang manusia tidak ada yang jelas, yang paling mengetahui mengenai definisi dari manusia adalah penciptanya sendiri, yaitu Allah SWT. Manusia yang hanya fokus memenuhi keduniaannya adalah binatang, begitupun manusia yang hanya memenuhi keruhaniannya adalah malaikat. Tapi manusia itu sendiri berada di tengah-tengah, dan oleh karena itu mesti ada keseimbangan,” paparnya.