28 Desa di Perbatasan Gratis Listrik dari Malaysia, DPR Ingatkan Pemerintah

26 JULI 2016, 03:28:37 WIB 2 MENIT BACA 991
Jakarta ­- Anggota Komisi VII dari Fraksi NasDem Ari Yusnita meminta pemerintah memberikan perhatian ekstra kepada daerah perbatasan. Dia mengungkapkan, saat ini masih banyak daerah di perbatasan yang belum menikmati pasokan listrik. Hal ini disampaikan olehnya terkait adanya kabar 28 Desa di Kecama­tan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara (Kaltara) mendapatkan salu­ran listrik gratis dari negeri tetangga, Malaysia. “Mendengar ini seakan rasa nasionalisme kita terusik. Kok bisa saudara kita malah mendapatkan bantuan dan perhatian dari negara lain, bukan oleh kita sendiri,” katanya saat ditemui di sela aktivitasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (26/7)‎. Karenanya, Ari berharap agar persoalan ini segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah. Jika tidak maka tidak menutup kemungkinan daerah tersebut berpotensi diklaim oleh negara lain. “Kemenlu dan Hankam harus melakukan langkah diplomatik secara intensif terutama terhadap keberadaan tapal batas saat ini antara Indonesia dengan Malaysia dan negara lainnya,” tuturnya. Ari menambahkan, Pemerintah juga harus serius menyelesaikan masalah-masalah yang ada di perbatasan, misalnya percepatan pembangunan infrastruktur. “Agar mereka merasakan haknya dan bangga menjadi warga negara Indonesia,” ujarnya. Ari mengungkapkan saat ini Komisi VII sedang mendorong adanya sebuah kementerian yang fokus menangani persoalan perbatasan. “Kan, kalau sekarang daerah perbatasan dibawah Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi. Kita berharap agar kedepannya  perbatasan ini dikelola oleh kementerian tersendiri, agar fokus. Petisi ini sedang kita dorong terus, semoga bisa terwujud. Sehingga daerah-daerah perbatasan tidak jauh tertinggal,” pungkasnya.