Jakarta – Hari ketiga kegiatan “buka bareng†(bubar) yang diselenggarakan oleh keluarga besar Partai NasDem, Kamis (9/8), dihadiri oleh tamu istimewa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dalam acara tersebut Ahok, sapaan akrabnya, bahkan didapuk sebagai tuan rumah. Maklum, Ahok memang tercatat sebagai salah deklarator Nasional Demokrat, ormas yang bentuk oleh Surya Paloh pada Februari 2010. “Suka ga suka saya memang tercatat sebagai deklarator, jadi akhirnya diminta jadi tuan rumah‎ ini,†ungkapnya sambil diiringi senyum. Selain keberanian yang luar biasa, Ahok memang banyak diberi kelebihan‎. Di antaranya adalah pengetahuan tentang agama Islam. “Ingat kata fitrah dalam puasa, saya langsung ingat restorasinya Partai NasDem. Jadi, kita harus kembali fitrah, berarti kembali ke Restorasi,†tuturnya saat diminta untuk memberi kata sambutan. Ahok mengatakan, selaku anak bangsa, ia ingin memperbaiki bangsa. Oleh karena itu hal yang menjadi kewajibanya adalah mengurusi umat sesuai dengan amanat undang-undang. “Mari kita mendoakan agar Partai NasDem dan partai lainnya semoga melahirkan negarawan,†ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin. Ahok juga menyebutkan bahwa Pancasila dengan ajaran Islam dan agama lainnya tidak ada pertentangan satu sama lainnya. “Dalam agama ada habluminallah sama habluminannas. Setelah berbuat baik dengan Tuhan, setelah itu berbuat baik kepada manusia‎. Sama dengan di Pancasila, diawali dengan Ketuhanan yang Maha Esa, ditutup dengan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia,†cetusnya yang kembali disambut dengan tepuk tangan oleh para hadir. Oleh karena itu, lanjutnya, Bung Karno dan Bung Hatta adalah orang-orang yang agamis. Hal ini diteguhkan oleh Quraish Shihab, pakar keagamaan yang memberikan tausiah dalam kesempatan tersebut. Dia menuturkan, tidak ada agama yang menolak sila-sila dalam Pancasila. “Mana mungkin agama menolak Ketuhanan Yang Maha Esa. Mana mungkin agama menolak kemanusiaan yang adil dan beradab. Demikian juga dengan keadilan sosial, tidak mungkin agama menolaknya,†paparnya. Dia menambahkan, umat manusia berasal dari satu keturunan dari Adam dan Hawa yang kemudian melahirkan keberagaman. Quraish menegaskan bahwa keragaman adalah mutlak, namun dalam pada itu kita bisa bersatu. Acara yang juga dimeriahkan oleh berbagai pagelaran seni ini dihadiri oleh Ketua Umum Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua DPD Irman Gusman, serta beberapa tokoh penting lainnya, termasuk Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat.