Jakarta – Keterlambatan atau delay yang kerap mewarnai jadwal penerbangan maskapai Lion Air, membuat gerah kalangan konsumen, pemerhati, maupun pembuat kebijakan. Pasalnya, penyakit manajemen yang diidap maskapai berlogo Singa Laut itu tak hanya berimbas pada perusahaan dan konsumen sendiri, tapi juga mempengaruhi kualitas penerbangan nasional. Efek negatif itu bisa menghambat target Indonesia menjadi anggota International Civil Aviation Organization (ICAO). Selama 2015 ini, tercatat beberapa kali Lion Air melakukan kesalahan fatal yang berdampak luas terhadap penerbangan nasional. Februari lalu, keterlambatan Lion Air telah mengacaukan jadwal penerbangan maskapai lain selama tiga hari berturut-turut. Terakhir Sabtu (21/11) kemarin, Lion Air jalur penerbangan dari Jakarta menuju Makassar mengalami delay 6 jam lebih. Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad M. Ali bereaksi keras terhadap buruknya menejemen penerbangan Lion Air itu. Menurutnya, penyakit manajemen Lion Air turut mempersulit upaya pemerintah yang tengah memperbaiki kualitas industri penerbangan secara menyeluruh. "Semua persoalan yang menyangkut sistem penerbangan itu masuk dalam kategorisasi standar penerbangan internasional. Hitungannya tidak parsial, tetapi holistik. Kalau Lion Air ini merusak sistem yang sudah dibangun untuk mencapai target kembalinya Indonesia menjadi anggota ICAO, berarti harus ada tindakan tegas," tuturnya legislator yang akrab disapa Mat Ali ini, saat dihubungi via telepon, Minggu (22/11). Selain menyorot manajemen Lion Air yang akrab dengan persoalan delay, Mat Ali juga mengkritisi pemerintah yang terkesan lemah menyikapi persoalan maskapai Lion Air. Dalam penilaiannya, pemerintah selaku pengawas penerbangan harus bertindak tegas, dan tak tebang pilih menindak maskapai yang lalai memenuhi standar pelayanan dan keselamatan penumpang. Dalam kasus Lion Air, Mat Ali menilai pemerintah sudah perlu menjatuhkan sanksi atas berbagai kelalaiannya. Sikap pemerintah yang terkesan membiarkan kelalaian itu terjadi berulang-ulang, bisa menjadi preseden buruk bagi dunia penerbangan sipil dalam negeri. "Bilangnya sih kendala teknis, tapi sudah berkali-kali. Pemerintah bisa dengan tegas menjatuhkan sanksi, menutup rute Jakarta-Makassar yang sabtu bermasalah itu. Apalagi ada indikasi Lion menjual tiket berlebih dari kapasitas pesawatnya. Setelah itu pemerintah harus melakukan audit internal, sehingga kalau memang ditemukan kelalaian dalam memenuhi standar keselamatan penumpang, maka bisa dibekukan izin terbangnya," tutur legislator Fraksi NasDem ini. Seperti diketahui, pesawat Lion Air dengan jalur penerbangan dari Jakarta tujuan Makassar mengalami delay lebih dari 6 jam, Sabtu lalu. Penumpang yang tak sabar akhirnya turun ke landasan pacu, membajak pesawat lain dengan tujuan sama. Kejadian ini menyebabkan tertundanya tiga jadwal pesawat lainnya yakni Jakarta-Medan, Jakarta-Palembang, dan Jakarta-Padang sebelum akhirnya seluruh penumpang bisa diberangkatkan pukul 11.00 WIB.