Calon Anggota BPK Diharap Bisa Benahi Persepsi Korupsi di DPR

06 APRIL 2017, 04:47:34 WIB 2 MENIT BACA 902
Jakarta – DPR sudah sejak lama dipersepsikan publik sebagai lembaga dengan tingkat korupsi tertinggi. Bahkan Global Courruption Internasional baru-baru ini menobatkan lembaga yang sering disebut “rumah rakyat” ini sebagai lembaga paling korup, mengalahkan lembagai lain seperti birokrasi dan Dirjen Pajak. Dalam Uji Kelaikan dan Kepatutan BPK yang diselenggarakan Rabu, (05/04) di ruang Komisi XI DPR, Kapoksi dari Fraksi NasDem Johny Plate mengungkapkan kekhawatirannya soal marwah DPR yang kian memburuk. BPK, menurutnya, punya andil dalam membenahi tata kelola keuangan negara, khususnya di DPR. “Dan dikaitkan dengan komisi teknis dan Banggar, rekomendasi dan pikiran apa menurut Ibu Isma jika menjadi anggota BPK dalam rangka perbaikan tata kelola keuangan negara? Tentu sekaligus untuk memperbaiki DPR RI ini di hadapan publik,” tanyanya kepada calon anggota BPK Isma Yatun. Bagi Johny, Isma mengetahui betul persoalan korupsi yang sudah lama mendera DPR karena pernah menjadi anggota DPR tiga kali, menjadi anggota Banggar, dan bagian dari Kadin Lampung. Bukan hanya itu, Johny juga menanti rekomendasi terkait sinergi seperti apa yang bisa diambil ketika berbicara APBN, postur, maupun target pembangunan itu sendiri. “Anggaran sebagai pintu depan dan BPK sebagai pintu belakang dalam rumah keuangan negara. Pengalaman ibu sudah sangat banyak, apa rekomendasi dan sinergi seperti apa terkait itu?” Tanya Johny kembali. Uji Kelaikan dan Kepatutan calon anggota BPK masih akan berlanjut hari ini di Komisi XI. Ada sekitar enam calon anggota BPK yang akan diuji, mereka ialah Suprapto Elbert Frits Putranto, Tri Widya Prastowo, John Reinhard Sihombing, Suharmanta, dan Endang Sukendar.