Jakarta – Mengisi kegiatan reses masa sidang ke IV, anggota Komisi II Ali Umri menemui masyarakat Dolok Batu Nanggar untuk serap aspirasi. Dalam kegiatan tersebut banyak masyarakat yang mengadukan kondisi jalan rusak dan sarana pendidikan yang sudah rusak dengan kategori berat. Mendengar keluhan tersebut, politisi dari Fraksi Partai NasDem menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir akan hal tersebut. “Pembangunan jalan masuk dari Simpang Dolok Marangir sampai Pematang Bandar sudah dianggarkan dan akan dilaksanakan pada tahun 2016 ini juga. Diharap agar masyarakat dapat bersabar karena ada beberapa peraturan dan tender proyek yang belum selesai,†ungkapnya Ia mengakui bahwa keterlambatan pembangunan jalan tersebut tersendat karena kebijakan pemangkasan anggaran untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 10%. Sehingga mau tidak mau proyek yang menghubungkan dua kecamatan tersebut akan diundur hingga Juli atau Agustus tahun ini. Tidak tanggung-tanggun nilai proyek jalan ini mencapai Rp 10 miliar. Terkait fasilitas pendidikan, ia akan konsultasi dengan anggota dewan lain di Komisi X dari Fraksi NasDem lainnya. Program perbaikan fasilitas pendidikan biasanya bisa diusulkan asal ada rekomendasi dari anggota DPR tertentu dengan mitra kerjanya yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Opsi lainnya adalah memasukan perbaikan fasilitas pendidikan pada rencana strategis pemerintah Kabupaten. “Saya akan usahakan itu, Fraksi NasDem di daerah dan di pusat berkomitmen penuh memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak,†pungkasnya Agenda reses di Kecamatan Batu Nanggar ini sempat terlambat tiga jam dikarenakan ada persoalan akomodasi. Acara yang seharusnya digelar pukul 3 sore, molor jadi pukul 6 sore. Kendati demikian, masyarakat tetap antusias menunggu rombongan Ali Umri.