Pakistan -  Dalam pertemuan Asian Parliamentary Assembly (APA) yang berlangsung di Pakistan, Anggota DPR RI asal Partai NasDem Hamdhani bicara tentang pentingnya pemberantasan kemiskinan di Asia. Hal tersebut disampaikan Hamdani dalam pidatonya saat memberikan pandangan lembaga DPR RI di forum tersebut. Hamdhani secara tegas mendukung Resolusi Asian Parliamentary Assembly (APA) dalam hal pengentasan kemiskinan di Asia. “Indonesia melihat, kemiskinan tetap menjadi tantangan global terbesar yang melanda negara-negara berkembang. Dalam sidang di Phnom Penh tahun kemarin disebutkan, resolusi pada kemiskinan di Asia telah menggarisbawahi peran penting parlemen, termasuk advokasi untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi berkelanjutan, terutama pada pengentasan kemiskinan,†ujarnya di Hotel Serena Islamabad, Pakistan, Jum'at,(29/7) lalu. Untuk itu, dalam pidatonya di APA, Standing Committee Meeting on Economic and Sustainable Development Affairs, Hamdhani meminta masalah itu menjadi perhatian penting. Dia juga memberikan catatan, agar pengentasan kemiskinan menjadi masukan dalam rancangan resolusi. “APA harus mengakui kemiskinan merupakan hasil dari berbagai proses ekonomi, politik, dan kelembagaan yang dapat membuat orang miskin, bahkan lebih miskin,†ujar anggota Komisi IV DPR RI itu. Lebih jauh diingatkannya juga, agar anggota parlemen APA mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Intinya, anggota parlemen dalam APA berkewajiban memastikan keberhasilan SDGs, dan target melalui pengalokasian anggaran yang cukup, selain mengadopsi peraturan yang relevan dan pengawasan terhadap hasil-hasilnya. “Negara anggota APA harus memberi perhatian lebih pada pengembangan sosial dan pertumbuhan inklusif untuk memberantas kemiskinan di Asia,†ujar legislator Kalimantan Tengah tersebut. Sebagaimana diketahui, BKSAP DPR RI mengutus  Hamdhani (Fraksi Partai NasDem) dan  Tjatur Sapto Edy (Fraksi PAN), mengikuti Asian Parliamentary Assembly (APA) Standing Committee Meeting on Economic and Sustainable Development Affairs. Kedua Politisi ini berada di Pakistan mewakili parlemen Indonesia sejak tanggal 25-29 Juli 2016. “Pengiriman delegasi DPR RI itu, sesuai keputusan Rapat Pimpinan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), 9 Juni 2016,†pungkasnya.