Fraksi NasDem Gelar Diskusi Bersama Media, Pengamat, dan LSM

28 JULI 2016, 00:41:21 WIB 2 MENIT BACA 907
Jakarta – Meskipun Fraksi Partai NasDem terbilang muda di Senayan, namun ia telah membuktikan beberapa hal dalam kiprahnya di Parlemen. “Sebut saja aksi penegakan etika dalam kasus Papa Minta Saham, penolakan dana aspirasi, pengembalian dana tunjangan anggota DPR, gagasan Fraksi threshold, dan yang lainnya. Intinya NasDem mencoba memegang komitmennya mengusung perubahan,” demikian disampaikan oleh Direktur Media Center Fraksi Partai NasDem Joice Triatman, Kamis (28/7) di Jakarta. Tidak cukup pada komitmen, Joice menambahkan bahwa Fraksi NasDem juga mengakselerasi semua aksi politiknya di parlemen lewat media. “Di sinilah komunikasi politik berlangsung. Selama hampir dua tahun Fraksi NasDem melakukan praktik komunikasi ini lewat berbagai instrumen, baik di media massa, media sosial, aksi-aksi di lapangan, maupun interaksi langsung dengan para pemangku kebijakan,” sambung Wakil Bendahara DPP Partai NasDem ini. Tidak hanya ingin menunjukkan sikap politiknya, NasDem juga ingin mendapatkan feedback dari publik tentang apa yang dilakukannya selama ini. Seperti yang akan dilakukan hari ini, Kamis (28/7) sore nanti di rumah makan Merah Delima, Jakarta Selatan. Lewat media centernya, Fraksi NasDem menggelar diskusi terbuka tentang kiprah komunikasi politiknya di DPR. Acara yang dihadiri oleh perwakilan  media dan LSM/NGO itu bertujan untuk mendapatkan pandangan, kritik, masukan, evaluasi, atau mungkin juga harapan terhadap kinerjanya selama dua tahun di DPR. “Hal semacam ini adalah langkah baru yang dilakukan oleh partai politik. Dengan acara seperti ini NasDem tengah membuka ruang komunikasi baru bagi para stakeholder kepentingan politik,” tutur srikandi Partai NasDem tersebut. Dengan demikian, praktik deliberasi politik semakin banyak bermunculan sehingga bisa meningkatkan kualitas politik bangsa. Bagi NasDem, mantan presenter ini mengatakan, dengan  semakin majunya kesadaran politik publik harus disambut dengan laku yang baru juga dari partai politik. Sebab, jika tidak maka eksistensi partai politik akan semakin tereduksi dari waktu ke waktu. Itulah yang dilakukan NasDem dengan model dukungan politik tanpa syaratnya, baik saat Pilpres 2014 maupun dalam Pilgub DKI 2017. “Komitmen ini akan selalu dipegang oleh Partai NasDem. Karena NasDem menyadari bahwa kekuatan politik terletak pada dua hal yakni moralitas dan komunikasi politiknya,” pungkasnya.