JAKARTA (11 Januari): Usulan kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) ditolak berbagai pihak, terutama partai politik yang tidak mendapatkan kursi di DPR RI atau partai politik yang terancam jika PT dinaikkan. Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, Saan Mustopa mengatakan semangat menaikkan PT sesunguhnya untuk memperkuat sistem presidential. "Ini semua agar jalannya pemerintahan bisa efektif dan efisien. Baik dalam hal pengambilan keputusan, maupun melakukan pembahasan di parlemen," ujar Saan, Minggu (10/1). Legislator NasDem itu juga menegaskan, tidak mungkin memperkuat sistem presidential jika parlemennya masih multi partai. "Akibat multi partai, proses pengambilan keputusan di parlemen menjadi lebih rumit. Semangatnya itu," imbuhnya. Wakil rakyat dari dapil Jawa Barat VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta) itu mengungkapkan, walau jumlah partai politik di DPR saat ini telah berkurang, jika PT tetap atau bahkan mengikuti sejumlah usulan agar di-nol-kan, maka semangat memperkuat sistem presidential tidak akan tercapai. Saan menegaskan bahwa kenaikan PT jangan dianggap sebagai sesuatu yang merugikan. Tetapi, disikapi sebagai sebuah tantangan. "Sehingga, ketika orang membuat partai, akan ada kesungguhan. Anggap ini sebagai sebuah tantangan, semangat untuk bekerja keras agar lolos PT nanti tinggal dilihat, sejauh mana pemilih memberikan kepercayaan kepada partai," jelasnya. Menurut Saan yang juga Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI itu, usulan kenaikan PT bukan bertujuan untuk menghalangi partai politik memperoleh kursi di DPR. "Kami tidak punya semangat untuk menjegal. Partai yang sekarang ada di parlemen, dulu juga mengalami berbagai fluktuasi. Contohnya NasDem. Akhirnya bisa lolos threshold. Partai lama yang pernah jadi pemenang, ada yang turun perolehan suaranya. Memang seperti itu kehidupan partai politik," ujarnya. Tambah Saan, penyederhanaan jumlah partai politik secara alamiah sangat dibutuhkan. "Sesuai dengan semangat kami, yaitu memperkuat sistem presidential, agar lebih efektif dan efisien dalam mengambil keputusan," pungkasnya.(HH/*)