JAKARTA (15 Juni): Pendekatan kesejahteraan dan keamanan bukanlah dua hal untuk dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan, tidak bisa satu per satu. Tidak bisa kesejahteraan dulu, kemudian keamanan. Juga tidak bisa keamanan dulu, baru kesejahteraan. Keduanya saling terkait. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmad Gobel saat memaparkan pentingnya aspek ekonomi dalam sistem ketahanan nasional di hadapan perwira siswa Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta, Senin (14/6). Legislator NasDem itu memberikan kuliah umum dengan tema Pembentukan Karakter Kepemimpinan Nasional di Masa Pandemi Covid-19 Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Terwujudnya Indonesia Tangguh. Hadir dalam acara tersebut Danseskoal, Laksamana Muda TNI, Tunggul Suropati, Wakil Komandan Seskoal, Laksamana Pertama Imam Musani, sejumlah perwira dari TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri dan perwira dari Singapura, Malaysia, Pakistan, dan Uni Emirat Arab. "Salah satu kekuatan utama Indonesia adalah kekayaan alamnya yang berlimpah. Di masa pandemi ini, kita tak kekurangan pangan karena alam kita yang subur,†ungkap Gobel. Dengan memahami fakta-fakta tentang kondisi dan potensi ekonomi, tambah wakil rakyat dari dapil Gorontalo itu, maka pimpinan TNI bisa lebih komprehensif dalam menilai ketahanan nasional Indonesia. “Wilayah Indonesia ini sangat luas. Tak mungkin kita bisa menempatkan personelnya di seluruh pelosok negeri. Maka rakyat yang sejahtera merupakan alat pertahanan yang paling efektif. Tak mungkin negara kuat jika rakyatntya tidak sejahtera,†tegasnya. Namun demikian, Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) itu menegaskan, luasnya wilayah Indonesia juga harus bisa dijaga oleh militer yang andal. Keamanan dan pertahanan yang baik, kata Gobel, juga menjadi jaminan bagi hadirnya investasi. “Jika tidak kita yang menjaga, nantinya investor itu akan membawa tentaranya untuk menjaga investasinya,†katanya. Karena itu, Gobel menyatakan, modernisasi alutsista untuk TNI merupakan kebutuhan nyata. “Teknologi terus berkembang, dan kita harus mengikutinya, termasuk untuk kebutuhan alutsista,†terangnya. Agar tak semuanya bergantung pada luar negeri, ia juga menekankan pentingnya membangun industri pertahanan dan industri strategis di dalam negeri. Namun Gobel juga mengingatkan bahwa dalam memajukan suatu bangsa ada tiga komponen sebagai suatu triangle yang saling terkait. Pertama, kualitas sumberdaya manusia. Kedua, nilai-nilai budaya. Ketiga, penguasaan terhadap sains dan teknologi. “Nah, faktor teknologi ini, salah satunya adalah alutsista,†katanya. Sedangkan soal nilai-nilai budaya, ia menyatakan pentingnya kesatuan TNI dan rakyat. “Karena itu jangan membuat pengkotak-kotakan antara rakyat dan TNI. TNI itu anak kandung rakyat. Satu kesatuan, harus maju bersama-sama. Harus ada mutual respect, mutual trust, dan mutual benefit. Saling hormat, saling percaya, dan saling memberi manfaat. Jika ini terjadi, insyaallah Indonesia tangguh akan tercapai,†katanya. (RO/*)