Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Ali Mahir mengatakan akan terus memantau kerja satuan tugas (satgas) vaksin palsu yang telah di bentuk oleh Kementerian Kesehatan Nila Moeloek. Legislator NasDem dapil Jawa Tengah II ini mengusulkan kepada Kemenkes agar Satgas yang dibentuknya bisa kerja lebih efektif melakukan pendataan dan menyasar berbagai praktik pembuatan dan peredaran obat palsu. ‎ "Satgas ini penting juga terbuka, diketahui oleh masyarakat. Mau menerima layanan informasi yang diberikan masyarakat yang mengetahui vaksin yang dicurigai palsu atau korban obat-obat palsu tertentu," ujaranya saat dihubungi, Jumat (26/8). Lebih dari itu, menurut Ali, dengan banyak terbongkarnya peredaran obat palsu akhir-akhir ini mestinya Kemenkes tidak cukup dengan hanya membentuk satgas. Selain memperbaiki regulasi kefarmasian yang ada, BPOM juga harus diberikan peran yang lebih besar. "Karena keberadaan BPOM memiliki peran strategis," tegasnya. Oleh karena itu Ali mengapreasiasi kerja keras aparat kepolisian yang telah menunjukkan kinerja yang begitu cepat mengungkap jaringan dan peredaran vaksin palsu. "Ini sangat positif dan tinggal koordinasi antar lembaga kedepan terus diperbaiki," cetusnya.