Konsolidasi Fraksi NasDem Se-Indonesia Selaraskan Langkah Politik Pusat dan Daerah

17 JANUARI 2016, 09:40:40 WIB 4 MENIT BACA 1156
Kuta – Konsolidasi fraksi yang dihadiri segenap jajaran legislator Partai NasDem dari DPR RI maupun DPRD seluruh Indonesia, telah memasuki hari kedua, dan ditutup malam ini (15/01). Nuansa pertemuan yang dinamis dan penuh semangat terlihat sepanjang acara, di mana para peserta saling bertukar wawasan, pengalaman dan gagasannya. Tak heran, jika Surya Paloh memberi instruksi kepada Fraksi Partai NasDem untuk menjadikan agenda konsolidasi fraksi ini sebagai agenda rutin yang harus dilaksanakan setiap tahun. Instruksi Surya Paloh itu tampaknya memang sudah sejalan dengan keinginan para kader Partai NasDem yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.   Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Provinsi Sumatera Barat, Marsanova Andesra mengungkapkan apresiasinya terkait agenda konsolidasi ini. Menurutnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Sumatera Barat sudah lama berharap adanya agenda ini. Hal itu tak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapi para legislator di daerah, yang perlu diselaraskan dengan garis kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mau pun Fraksi Partai NasDem DPR RI.   “Persoalan-persoalan daerah bisa dipecahkan di sini, dan kawan-kawan Fraksi NasDem DPR RI bisa memantau persoalan daerah agar bisa diselaraskan dengan persoalan nasional,” urai politisi yang akrab disapa Andes ini.   Yang tak kalah penting menurutnya, agenda konsolidasi ini juga bisa menjadi momen untuk saling mengenal antar legislator Partai NasDem. Dalam dinamika forum bisa terlihat sejauh apa semangat perubahan yang ada pada masing-masing legislator yang terlibat. Kader dan legislator Partai NasDem yang membawa semangat peradaban menurut Andes, akan berpikir lebih luas dari sekedar kepentingan dirinya. Persoalannya, ketika komuniasi antar level partai dan lapisan fraksi tersumbat, mereka acapkali merasa bimbang menentukan langkah-langkah politiknya.   “Acara ini bisa mengisi kekosongan benak kawan-kawan daerah terkait langkah politik dan imajinasi perubahan yang harus mereka kawal. Setelah acara ini, saya lihat kawan-kawan dari daerah kembali bersemangat untuk menata partai dan berbuat kepada masyarakat,” urai Andes.   Hal serupa diungkapkan oleh Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Timur, Effendi Choirie, yang menyebut agenda ini memiliki dua sisi nilai positif. Pertama, konsolidasi fraksi ini membawa nilai positif ke dalam Partai NasDem sendiri, yakni semakin mantapnya mekanisme internal kepartaian. Mekanisme internal itu mencakup pola hubungan antara kepengurusan partai dan fraksi, sekaligus mekanisme hubungan antar struktur kepengurusan secara berjenjang dari level pusat hingga ke daerah.   Di sisi lain, menurut politisi yang akrab disapa Gus Choi ini, agenda konsolidasi fraksi juga membawa pengaruh positif ke luar, yakni terhadap partai-partai politik lain dan publik secara umum. Partai-partai politik lain akan melihat, tradisi baru yang diterapkan Partai NasDem ini sebagai kegiatan yang positif dan menawarkan solusi atas kebuntuan politik kepartaian. Dengan begitu, diharapkan partai-partai lain juga akan turut menerapkan langkah-langkah innovative Parta NasDem dalam mengelola para kadernya. Lebih luas lagi, menurut Gus Choi, agenda ini juga bisa menjaga semangat dan harapan publik terkait eksistensi partai politik dan proses demokrasi.   “Ini untuk memperlihatkan kepada publik, bahwa masih ada partai politik yang terus konsisten membenahi sistem dan tata kelola organisasinya, dengan berbagai langkah-langkah dan inovasi baru,” tutur Gus Choi.   Menurutnya, upaya mempertahankan semangat publik ini sangat penting, mengingat publik adalah fondasi dasar bangunan demokrasi. Jika publik sudah merasa apatis terhadap proses demokrasi, maka bisa diperkirakan bahwa kualitas demokrasi yang dijalankan juga akan jauh dari pengharapan. Di sinilah, menurut Gus Choi posisi penting Partai NasDem, yang tengah hadir sebagai partai baru, yang tak ingin sekedar menambah daftar panjang partai politik dengan segala permasalahannya.   Sebaliknya, Partai NasDem hadir dengan mengusung politik gagasan yang selama ini absen dari tradisi partai politik dalam negeri. Ide perubahan dalam payung Restorasi Indonesia yang diusung Partai NasDem, memang membutuhkan berbagai langkah terobosan dan innovasi yang keluar dari berbagai tradisi lama partai politik yang telah terpuruk di tengah kemacetan. “Ke depan, NasDem berharap ada keselarasan pandangan dan sikap partai dan fraksi. Tidak boleh ada pertentangan antar keduanya, di berbagai level kepengurusan. Dengan begitu, roda restorasi akan bergulir lebih cepat,” pungkas Gus Choi.