Surabaya - Partai NasDem telah menyelesaikan konsolidasi fraksi se-Indonesia. Acara yang digelar selama tiga hari sejak Senin (20/3) ini menghasilkan tiga rekomendasi. "Setelah pertemuan konsolidasi berjalan 3 hari, kita telah menghasilkan resolusi dan rekomendasi sebagai berikut. Pertama, di setiap tingkatan partai harus punya pusat pengaduan publik yang ada di setiap tingkatan partai dan fraksi yang ada di DPR maupun DPRD," kata Sekretaris Jenderal NasDem Nining Indra Shaleh di Pakuwon Imperial Ballroom, Jalan Raya Lontar, Lakarsantri, Surabaya, Jatim, Rabu (22/3/2017). Nining menambahkan rekomendasi selanjutnya yang dikeluarkan ialah terkait dengan sikap Fraksi NasDem yang menggugat peraturan daerah (perda) yang tidak pro terhadap kebijakan umum. Dan terakhir ialah mengenai mendorong agar fraksi NasDem di parlemen untuk memprioritaskan anggaran pada bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. "Kedua, Fraksi Partai NasDem di daerah akan menginisiasi perda-perda pro kesejahteraan rakyat dan menggugat perda-perda yang bertentangan dengan konstitusi. Dan ketiga, NasDem akan mendorong dan memperjuangkan anggaran yang bertumpu pada bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur," sebut Nining. Di lokasi yang sama, ketua fraksi NasDem, Viktor Laiskodat menambahkan, perda yang tidak sesuai dengan konstitusi wajib untuk dicabut. Sebab, setiap negara memiliki ideologi. Menurutnya, bila masih ada perda yang tidak sesuai dengan konstitusi Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 hanya akan membuat hilangnya jati diri Indonesia sekaligus membuat lemah di dunia internasional. "Setiap negara punya ideologi. Seperti Indonesia, kalau ada perda yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 maka harus dicabut, dibubarkan oleh menterinya. Sikap yang ambigu itu menyebabkan negara lemah. Negara yang lemah akan hilangkan jati diri dan membuat lemah di dunia internasional," ujarnya. Terkait komitmen pada pemberantasan korupsi, Viktor mengatakan, poin tersebut tidak masuk ke dalam rekomendasi karena sudah menjadi komitmen NasDem sejak awal. NasDem, lanjutnya, akan terus menjalankan perilaku poliyik yang didasarkan pada etika dan moral. Cara ini diambil untuk mendorong para kader mampu menghindari perbuatan koruptif. Ia mengatakan akan terus menjalin komunikasi dengan partai di segala jenjang untuk terus bekerja yang berorientasi pada kepentingan rakyat. "Korupsi adalah konsekuensi dari tidak mampu menahan diri dan hidup hedonis. Yang ada di DPR dan pemerintahan, korupsi memang menjadi penyakit. Kita membangun orang itu baik. Membawa mereka berpikir agar etika dan moral menjaga mereka," ujar Viktor. "Ini komitmen dan konsistensi. Kami adalah partai yang ingin bekerja dengan baik dalam melahirkan kebijakan-kebijakan bagi masyarakat indonesia. Jangan kita terus bicara anti korupsi, karena nanti malah menjadi tersangka korupsi," sambungnya. Terkait rekomendasi hasil konsolidasi ini, Viktor mengatakan akan memberikan kepada setiap jenjang fraksi partai. Hal teknis dari rekomendasi ini akan terus dikontrol dan dikawal oleh para kader di setiap jenjang tersebut. Sumber berita : http://news.detik.com/berita/d-3454333/konsolidasi-nasional-fraksi-nasdem-hasilkan-3-rekomendasi