Jakarta – Usai Rapat Paripurna DPR masa persidangan III tahun 2015-2016 Senin (11/01) kemarin, anggota Komisi III Akbar Faizal langsung melakukan jumpa pers dengan awak media di DPR. Acara jumpa pers yang dilakukan di ruang press conference DPR RI ini menyuguhan laporan kerjanya sebagai anggota DPR selama setahun. Akbar menyatakan, dia menyadari laporan kerja semacam ini bukanlah hal yang menarik media. “Hanya saja, yang ingin saya sampaikan di sini adalah pelaporan kinerja ini merupakan sebuah kebiasaan dari seorang Akbar Faizal sejak pertama kali menjadi anggota DPR. Dimana saya selalu membuat laporan kinerja setiap tahunnya,†paparnya di Gedung Nusantara III, Komplek Senayan. Anggota Fraksi NasDem ini juga menyebutkan bahwa pelaporan semacam ini, menurutnya, masih sangat minim. Di antara sekian ratus anggota DPR, hanya beberapa gelintir saja yang melakukan hal serupa dengan Akbar. Dia menjelaskan bahwa tujuan dari pelaporan kerja tahunan tersebut adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban pribadinya atas apa yang telah diamanahkan oleh konstituen kepada dirinya. “Ini untuk memaksa diri saya untuk bertanggungjawab dengan mandat yang saya terima,†tegasnya. Akbar memandang, tidak adanya laporan kinerja seperti yang dilakukannya, akan menyebabkan masyarakat tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh anggota dewan. “Maka setiap harinya masyarakat ngomel, marah, memaki anggota DPR dikarenakan ketidaktahuan apa yang saja yang mereka lakukan,†tambah pria yang telah menjadi anggota DPR sejak tahun 2009 yang lalu. Dengan laporan kinerja tersebut, dia berharap publik mengetahui sepak terjang serta aktivitas dirinya selama menjadi wakil rakyat. “Untuk menjelaskannya, maka inilah yang saya lakukan,†ujarnya. Dalam buku laporan kinerja yang dibagikan kepada awak media tersebut, Akbar menerangkan, isi laporan terkait dengan tiga fungsi yang melekat pada anggota DPR, yakni legislasi, budgeting dan pengawasan. “Apa yang menjadi tugas serta keterlibatan seorang Akbar Faizal terhadap tiga fungsi tersebut, semuanya ada dalam buku laporan kinerja ini,†tutur pria yang menempuh karir politiknya dari dunia jurnalistik. Secara pribadi dia sangat berharap kepada para awak media tidak hanya memburu bahan berita yang dianggap sangat menarik dalam pemberitaan, akan tetapi juga kegiatan semacam yang dia lakukan. Hal ini penting karena terkait anggota DPR, Akbar menerangkan, terbagi dalam tiga kategori. Kategori pertama, anggota DPR yang bekerja secara penuh hati. Dia tidak mau terjebak dalam berbagai proyek di dalamnya. Kategori kedua, anggota DPR yang bermasalah. Kerjanya memang mencari proyek, mencatut, dan seterusnya. “Ini juga cukup terkenal. Nah, kadang-kadang publik tidak bisa membedakannya,†tambahnya. Sedangkan kategori yang terakhir, lanjut Akbar, adalah anggota DPR yang memosisikan dirinya dalam kondisi aman atau mencari aman bagi dirinya sendiri. Mereka ini tidak bicara apa-apa, tidak membuat media sosial, dan tidak muncul di mana-mana. Posisi ini yang banyak dipilih oleh teman-teman anggota DPR. “Saya tidak memilih tipe ini. Saya hadir di publik dan di beberapa kesempatan (akun) saya juga harus bertengkar dengan akun-akun anonym,†pungkasnya.