Menjadi Mahasiswa yang Paripurna

04 JUNI 2016, 08:55:14 WIB 2 MENIT BACA 1077
Makasar - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus mengikuti sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara bersama anggota Komisi III Akbar Faizal, M. Si. di Daun Coffee, Makasar, Sulawesi Selatan, Jumat (3/6). Dengan penuh semangat, politisi Partai NasDem ini memancing mahasiswa berdiskusi tentang kondisi dan masa depan mahasiswa yang ideal yang mampu bermanfaat bagi bangsa dan negaranya. "Saya melihat dan membagi mahasiswa saat ini menjadi beberapa bagian, namun yang paling harus kita pahami bahwa mahasiswa yang paripurna adalah mahasiswa yang tahu arah dan tujuan hidupnya dan mampu berguna bagi orang yang ada di sekitarnya," ungkapnya. Ia menambahkan, di tengah berlangsung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mahasiswa harus menyiapkan diri sejak sekarang. "Seorang mahasiswsa harus memikirkan dari sekarang ia akan menjadi apa nantinya. Mahasiswa harus mengasah diri, bergaul dengan orang lain yang bermanfaat bagimu tetapi jangan menjadi beban bagi orang lain dan mampu memenej waktunya," tambahnya. Seorang mahasiswa, Ariadi R dari UIN Alauddin Makassar mengatakan, tidak dipungkiri bahwa mahasiswa saat ini terjebak pada kehidupan pragmatis yang cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri. "Ketidakmampuan mahasiswa dalam bermanuver pada situasi dan kondisi saat ini membuat mahasiswa tergerus dalam kehidupan pragmatis sehingga ketika menjabat di sebuah pemerintahan cenderung akan memikirkan dirinya sendiri dan lupa dalam membangun ekonomi rakyatnya," tanggapnya. Akbar merespon, "Yang berbahaya bagi kita ketika negara tidak mampu lagi memproteksi rakyatnya sendiri dalam pemerataan di wilayah perekonomian disebabkan banyaknya konglomerat yang memonopoli pertarungan ekonomi sehingga negara tidak mampu hadir dalam melayani rakyatnya," ujarnya. Di akhir acara Akbar berpesan agar selain sukses di akademik, seorang mahasiswa juga tidak lupa berorganisasi. Sebab itulah ciri mahasiswa yang paripurna. "Catatkan sejarahmu sendiri sebab orang lain akan mencatat sejarahnya sendiri. Setidaknya kita mampu berguna bagi diri sendiri, tetapi ingat bahwa manusia paripurna adalah manusia yang bukan hanya berguna bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi sesamanya manusia," tutupnya.