NasDem Pilih Jaga Ruh Pancasila Dibanding Kepentingan Politik

22 MARET 2017, 12:47:53 WIB 2 MENIT BACA 842
Surabaya - Dalam perjalanannya sebagai partai baru, NasDem ingin memberikan warna baru dalam perpolitikan Indonesia, salah satunya dengan membawa semangat politik tanpa mahar. Inilah disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat memberikan sambutan  dalam pembukaan acara konsolidasi Fraksi Partai NasDem se-Indonesia di Pakuwon Imperial Ballroom, Surabaya, Senin (20/03/2017). "Kita memang baru partai yang masih amat muda, tetapi bukan berarti selalu melulu mengikuti apa yang telah menjadi budaya perpolitikan Indonesia, terutama dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Di mana istilah mahar menjadi hal biasa yang terjadi kepada salah seorang calon kepala daerah. Tapi NasDem secara tegas, tidak ada itu namanya mahar-maharan, malah kita anti mahar," tegas Surya. Dia menggambarkan sikap konsisten Partai NasDem tersebut telah dibuktikan dalam pilkada 2015 dan 2017 lalu. Tidak hanya itu, dalam mendukung seorang calon, NasDem tidak hanya memerhatikan meraih tujuan kekuasaan semata. "Lebih dari itu, ada misi yang lebih mulia yakni mendengar aspirasi masyarakat dan mempertahankan nilai dari Pancasila yang telah digagas oleh para pendiri bangsa ini," imbuh Surya. "Minggu kemarin (19 Maret 2017), NasDem telah mendukung Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat. Saya bilang ke dia, ada tiga syarat, di antaranya nanti kalau udah jadi gubernur jangan masuk partai politik, sekali pun itu Partai NasDem. Selain itu, Ridwan Kamil juga harus menjaga sendi-sendi Pancasila terutamanya persatuan bangsa dan negara. Kenapa NasDem memilih ini, karena jika ada dua pilihan dan harus memilihnya, apakah kepentingan Partai NasDem atau persatuan bangsa yang hancur, maka NasDem menegaskan, lebih memilih persatuan dan kepentingan bangsa ini!" Tegas Surya. Bagi NasDem, lanjutnya, menjaga persatuan bangsa dan negara jauh lebih penting dibandingkan kepentingan politik Partai NasDem itu sendiri!