NasDem: Sudirman Said Sudah Tunjukkan Tanggung Jawabnya

04 DESEMBER 2015, 04:19:26 WIB 2 MENIT BACA 1141
Jakarta – Dicecar delapan jam oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sudirman Said tetap menunjukkan konsistensinya selaku pengadu kasus pelanggaran etika. Sepanjang persidangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selalu fokus dan lugas mengurai skandal renegosiasi kontrak PT. Freeport Indonesia, yang dikenal sebagai skandal “Papa Minta Saham.” Tak heran, sepanjang rabu (02/12) kemarin hingga hari ini, dukungan publik mengalir deras kepada menteri ESDM itu. Berbagai komentar di media sosial (Medsos) menyatakan Sudirman Said telah menunjukkan kehormatannya selaku pejabat publik. Para netizen juga optimis, langkah pelaporan Sudirman Said itu bisa menjadi pintu masuk upaya membongkar jaringan pemburu rente yang menjadi borok industri pertambangan Indonesia. Anggota Komisi III DPR, Taufiqulhadi yang sedari awal konsisten mendukung pengusutan skandal “Papa Minta Saham,” turut menyampaikan apresiasinya kepada Sudirman Said. Legislator Fraksi Partai NasDem ini menilai, Sudirman Said telah memperlihatkan tindakan pejabat yang bertanggung jawab dengan dibukanya rekaman berdurasi 124 menit itu. "Kehadiran Pak Sudirman Said di MKD sudah tepat, penampilannya elegan dan cool. Kedatangannya telah menunjukkan beliau bertanggungjawab, dan mampu menghadirkan fakta-fakta," ujarnya di sela kesibukan di Gedung MPR/DPR, Senayan (03/12). Meski demikian, Taufiq memberi catatan kritis atas jalannya persidangan MKD. Dia merasa prihatin adanya pertanyaan-pertanyaan anggota MKD yang kurang menggambarkan substansi, cenderung mengaburkan fakta dan membelokkan arah persidangan. Saat dikonfirmasi terkait anggota MKD itu, Taufiq enggan menyebutkan nama. Menurutnya, publik bisa menilai sendiri melalui tayangan media yang meliput proses persidangan secara langsung. Padahal menurutnya, persidangan MKD atas dugaan pelanggaran etika Setya Novanto seharusnya fokus pada pendalaman tindak pelanggaran. Tindakan yang disidangkan dalam hal ini, yaitu dugaan penyimpangan etika anggota dewan yang menerabas wewenang pemerintah, dan disinyalir mengarah pada tindak permufakatan jahat. Untungnya, kata taufiq, masih ada anggota-anggota MKD yang mampu bersikap elegan, dan fokus mengawal substasi persidangan. "Pertanyaan beberapa anggota MKD banyak yang tidak relevan. Ada yang nanya apalah, kenapalah melaporkan kasus ini. Muatan-muatan dalam pertanyaan itu tidak substansif, dan cenderung menyimpang dari fokus persidangan," kritik anggota dewan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV ini. Taufiq berharap, sidang MKD ke depan bisa membuka tabir permasalahan yang membayangi pucuk pimpinan DPR. Ia khawatir, pelanggaran etika yang dilakukan Setya Novanto bersama kolega-kolega persekongkolannya, telah menimbulkan kerugian negara. Jika hal itu terjadi, barang tentu jumlah kerugiannya sangat fantastis, mengingat persekongkolan itu melibatkan oknum-oknum yang kuat dan berpengaruh. Sebagai penutup, Taufiq mendesak agar semua nama yang terindikasi punya andil dalam upaya pemerasan aset PT. Freeport dipanggil pada persidangan-persidangan berikutnya. "Harus dipanggil, harus klir. Dan sidang berikutnya dilakukan terbuka saja, biar nggak memantik kecurigaan,” pungkasnya.