Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

24 JUNI 2026, 04:00:00 WIB 3 MENIT BACA 70
Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

JAKARTA (24 Juni): Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga tidak cukup hanya ditopang oleh peran ibu. Kehadiran ayah dalam pengasuhan anak menjadi faktor penting yang menentukan kualitas keluarga dan masa depan generasi bangsa.

Felly mengaku merasakan langsung manfaat keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui pengalaman di keluarganya sendiri. Ia bahkan menyebut dirinya terharu melihat perubahan pola pengasuhan yang dilakukan generasi muda saat ini.

“Ini penguatan peran ayah dalam pembangunan keluarga yang disampaikan tadi, saya sudah rasakan langsung. Saya sudah punya tiga orang cucu, dan saya melihat sendiri bagaimana anak saya mengambil peran yang begitu besar dalam mengasuh anak-anaknya,” ujar Felly dalam Rapat Kerja Komisi IX dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN saat membahas program Penguatan Peran Ayah dalam Pembangunan Keluarga, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut legislator Fraksi Partai NasDem tersebut, selama ini masih banyak ayah yang memaknai tanggung jawab keluarga hanya sebatas mencari nafkah. Padahal, perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan langsung dalam tumbuh kembang anak memiliki pengaruh yang tidak kalah penting.

“Selama ini memang banyak ayah berpikir tugasnya hanya memberi nafkah. Padahal anak-anak juga membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kehadiran seorang ayah dalam kesehariannya,” katanya.

Felly bahkan mengaku terkejut melihat bagaimana anak laki-lakinya mengambil peran aktif dalam mengurus keluarga dan mendampingi tumbuh kembang anak.

“Saya kaget ketika mereka menikah dan punya anak. Saya melihat kok bisa seperti ini. Justru anak saya yang laki-laki mengambil peran begitu banyak dalam keluarga. Ini sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia menilai perubahan pola pikir tersebut harus terus didorong menjadi gerakan nasional agar semakin banyak ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak sejak dini.

“Saya melihat ada ayah yang bahkan sudah dilatih sejak sebelum istrinya pulang dari rumah sakit setelah melahirkan. Semua itu dijalankan di dalam keluarga. Bagi saya ini luar biasa. Program seperti ini harus diperkuat,” ujar Felly.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan peran ayah bukan untuk mengurangi peran ibu, melainkan menciptakan kemitraan yang seimbang dalam keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat lahir dari keterlibatan kedua orang tua secara utuh.

“Kalau selama ini anak berhasil sering dikaitkan dengan peran ayah, kita juga harus mengakui bahwa peran ibu sangat luar biasa. Karena itu yang dibangun adalah kolaborasi, bukan saling menggantikan,” tegasnya.

Felly menilai program Penguatan Peran Ayah yang dijalankan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN merupakan langkah strategis untuk membangun keluarga yang lebih berkualitas, memperkuat karakter anak, serta menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

“Saya bisa mengatakan program ini berhasil karena saya merasakannya sendiri dalam keluarga kecil saya. Ketika ayah hadir, dampaknya sangat nyata bagi anak dan keluarga,” pungkas Felly. (yudis/*)