Jakarta - Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus seperti UIN Bandung, Unsika Karawang, UIN Raden Intan Lampung, Stain Metro, Universitas Borneo, dan Universitas Veteran berkunjung ke Fraksi Partai NasDem. Selain bertukar pikiran, mereka juga ingin mengetahui lebih dalam proses program legislasi nasional (prolegnas) di DPR. Kehadiran mereka diterima oleh tenaga ahli Fraksi yang fokus di badan legislasi (baleg) Fauzun Nihayah. Dalam kesempatan tersebut dia menyampaikan proses penyusunan serta pembahasan sebuah UU di Baleg. Menurutnya pembahasan setiap UU tidak muncul dengan tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang panjang. "Membutuhkan energi yang luar biasa untuk memeras sebuah RUU beserta naskah akademiknya yang masuk itu mencapai ribuan," ungkapnya di ruang Kapoksi Fraksi NasDem, Selasa (14/6). Dijelaskannya, prolegnas adalah instrumen perencanaan yang tersistem dan terstruktur. Ada tiga komponen yang terlibat yaitu DPR, DPD dan pemerintah. "Dari ketiga komponen itu, DPR lah yang paling ribet," jelasnya. Hal tersebut terjadi, sambung Fauzun, karena masing-masing anggota dewan, fraksi, dan komisi memiliki kepentingan politik. Mengsinkronkan antara satu dengan yang lainnya  membutuhkan waktu. "Di sinilah kemudian terjadi lobi-lobi, karena masing-masing punya kepentingan bagaimana usulan komisi atau fraksinya bisa masuk," ungkapnya. Selain menyampaikan tata cara yang paling teoritis seperti yang dijelaskan dalam UU Nomor 12 tahun 2011, Fauzun juga menjelaskan secara teknis bagaimana proses legislasi di Baleg dibentuk. Dalam sesi pendalaman, mahasiswa menanyakan berbagai hal terkait efektifitas waktu pembahasan prolegnas prioritas. Mereka juga menyatakan ucapan terima kasihnya kepada Fraksi NasDem yang telah menerima kehadiran mereka.