Jakarta - Akbar Faizal mengecam tindakan tiga hakim MKD dari fraksi Golkar yakni Ridwan Bae, Kahar Muzakir, Adis Kadir yang hadir dalam konferensi pers Menkopolhukam pada Jumat, (11/12). Kehadirannya perlu dipersoalkan dalam sidang berikutnya karena ini menyangkut dengan kredibilitas dari hakim MKD. Menurutnya tindakan tersebut tidak etis dan sangat memalukan bagi keadiluhungan lembaga kemahkamahan. "Kehadiran tiga anggota MKD di Press Conference Luhut Panjaitan adalah pengkhianatan kepada MKD dan DPR. Sangat tidak etis dan memalukan. Saya akan persoalkan," kata Akbar, Senin (14/12). Akbar mengakui menerima undangan dari staf Menkopolhukan Atma Jusumartijo melalui pesan singkat. Dalam undangan tersebut dijelaskan bahwa Luhut Binsar Panjaitan akan melakukan jumpa pers menyangkut namanya yang disebut 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid, dan juga Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin. Namun Akbar menolaknya karena ia meranggapan bahwa kehadirannya dalam pertemuan tersebut tidak mempunyai relevansi. "Saya tanya, ini dalam rangka apa sebenarnya anggota MKD diundang disana. Saya bilang tidak etis anggota MKD yang sedang menyidangkan kasus ini juga hadir disana. maka kemduian saya dan gak tau anggota MKD lainnya apakah hadir" tuturnya Sebelumnya dikabarkan bahwa tiga anggota MKD Ridwan Bae, Kahar Muzakir, Adis Kadir turut hadir dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kantor Menkopolhukan, Jalam Medan Merdeka Barat. Kehadiran ketiganya mengundang pertanyaan publik karena dianggap tidak etis sebab pada saat yang bersamaan MKD sedang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto atas sangkaan mencatut presiden dan wakil presiden renegosiasi kontrak PT. Freeport Indonesia.