JAKARTA (30 November): Penanganan pandemi Covid-19 sedang memasuki babak penyiapan vaksin dan pelaksanaan imunisasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Martin Manurung mengatakan, bagi Indonesia, permasalahan vaksin Covid-19 memang pelik, baik dari jenis vaksin yang cocok buat masyarakat dan kondisi geografis Indonesia, proses produksi vaksin, hingga imunisasi untuk setidaknya 220 juta penduduk Indonesia. "Padahal, vaksin hanya merupakan salah satu fase penanganan pandemi, selain fase protokol kesehatan yang sudah kita jalani selama ini. Jangan sampai kelahiran vaksin Covid-19 membuat protokol kesehatan diabaikan," ujar Martin saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Komisi VI Fraksi Partai NasDem DPR RI bertajuk 'Mengawal 260 Juta Vaksin Covid-19 Racikan BUMN' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11). Kegiatan FGD itu, kata Martin, dimaksudkan untuk memberi ruang bagi berbagai pihak mengungkapkan tantangan dalam implementasi vaksin di Indonesia. Hasil FGD itu juga agar Fraksi NasDem DPR dapat mendorong kebijakan yang mendukung implementasi vaksin dan imunisasinya. Menurut Legislator NasDem tersebut atas dasar kerumitan itulah diperlukan masukan dari pemangku kepentingan untuk melihat kebijakan yang bisa diambil DPR khususnya Fraksi NasDem untuk membantu implementasi vaksin Covid-19. Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga mengatakan persepsi masyarakat terkait vaksin juga menjadi permasalahan yang akan ditangani pemerintah. Arya menjelaskan bahwa keputusan pemilihan vaksin yang akan digunakan di Indonesia bukan hanya melihat rate keberhasilan vaksin, melainkan juga implementasi dari imunisasi vaksin itu sendiri. “Masih banyak persepsi keliru yang dipercaya masyarakat bahwa vaksin merupakan solusi final untuk mengembalikan kehidupan menjadi normal," katanya. Padahal, lanjut Arya, vaksin itu hanya salah satu cara mempercepat pembentukan Herd Immunity yang artinya juga kita tidak bisa serta merta meninggalkan protokol kesehatan yang sedang berjalan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito mengatakan hal serupa. Menurutnya, permasalahan utama vaksin Covid-19 justru bukan pada proses pembuatannya. "BPOM dan Bio Farma tentu akan menetapkan standar uji dan standar keamanan tertinggi untuk menjamin keamanan dan keampuhan vaksin Covid-19," tegas Penny. (*)