Yoyok Sudibyo Dorong Kredit Perbankan Prioritaskan UMKM Super Mikro

13 JULI 2026, 16:08:47 WIB 2 MENIT BACA 42
Yoyok Sudibyo Dorong Kredit Perbankan Prioritaskan UMKM Super Mikro

JAKARTA (13 Juli): Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, mendorong agar akses pembiayaan perbankan lebih berpihak kepada pelaku usaha mikro, khususnya UMKM yang baru merintis usaha. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) tentang Akses Pembiayaan dan Permodalan UMKM serta Ekonomi Kreatif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,  Senin (13/7/2026).

Yoyok menegaskan bahwa UMKM merupakan urat nadi perekonomian rakyat. Menurutnya, keberadaan UMKM bukan sekadar slogan, melainkan fakta yang terlihat dari Sabang sampai Merauke sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.

"Kita ketahui bersama bahwa UMKM ini adalah urat nadi ekonomi rakyat. Ini bukan hanya slogan, tetapi fakta yang kita temui dari Sabang sampai Merauke bagaimana UMKM menjadi tulang punggung ekonomi rakyat," ujar Yoyok.

Dalam rapat tersebut, Yoyok menyoroti belum optimalnya transparansi penyaluran program pembiayaan UMKM. Ia mempertanyakan apakah Kementerian UMKM telah memiliki data penerima kredit dari masing-masing perbankan sebagai bagian dari pengawasan terhadap program pembiayaan yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Menurutnya, pengawasan harus diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan program pembiayaan. Ia menyinggung adanya kasus dugaan penyalahgunaan data UMKM oleh oknum kepala bank yang menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran kredit.

"Apakah kementerian sudah memiliki data penerima pembiayaan dari masing-masing bank? Itu yang harus diperiksa. Karena fakta di lapangan, baru kemarin ada kasus kepala bank memanfaatkan data UMKM untuk dikorupsi. Pengawasannya dari mana?" katanya.

Selain itu, Yoyok menilai kredit perbankan masih banyak dinikmati oleh pelaku usaha yang sudah berkembang. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena perbankan lebih memilih menyalurkan kredit kepada usaha yang dinilai memiliki risiko rendah.

Karena itu, ia meminta Kementerian UMKM mengambil peran sebagai pendamping sekaligus penghubung antara pelaku UMKM dan perbankan. Dengan demikian, pelaku usaha super mikro yang baru memulai usaha juga memiliki kesempatan memperoleh akses pembiayaan.

"Jangan hanya menyampaikan kredit yang terserap sekian kalau penerimanya itu-itu saja. Yang lebih penting adalah bagaimana Kementerian UMKM hadir mendampingi UMKM super mikro yang baru berjalan dan meyakinkan perbankan agar berani memberikan pembiayaan kepada mereka," tegasnya.

Yoyok juga mengusulkan dibangunnya konektivitas yang lebih kuat antara Kementerian UMKM dan sektor perbankan. Menurutnya, kementerian harus menjadi representasi kepentingan pelaku UMKM agar penyaluran kredit benar-benar menjangkau usaha kecil hingga pelosok daerah.

"Buatlah konektivitas yang nyata antara kementerian dan perbankan. Kementerian harus berdiri di pihak UMKM, sementara perbankan menyalurkan kreditnya. Dengan begitu, pelaku UMKM yang baru merintis usaha memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," pungkasnya. (uta/*)