Bakamla Harus Diperkuat Menjaga Laut Indonesia

04 JANUARI 2021, 01:54:25 WIB 2 MENIT BACA 970
Bakamla Harus Diperkuat Menjaga Laut Indonesia

JAKARTA (4 Januari): Penguatan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai Indonesian Coast Guard dengan kapasitas yang mumpuni sangatlah penting.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan, Minggu (3/1).

Baru-baru ini ditemukan sebuah sea glider yang sebelumnya diduga drone bawah laut milik China di perairan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. Namun KSAL Laksamana TNI, Yudo Margono menegaskan bahwa benda tersebut adalah sea glider yang bisa berfungsi untuk kepentingan militer maupun industri.

Fungsi militer misalnya sea glider memandu kapal selam agar terhindari dari deteksi. Sedangkan untuk industri yakni mengumpulkan dan memotret data oseanografi di laut dalam. Hingga sekarang belum ada negara yang mengaku sebagai pemilik sea glider tersebut.

Menurut Farhan adanya benda asing baik dimanfaatkan untuk industri apalagi militer di perairan Indonesia, dalam jangka panjang akan menjadi ancaman.  Kejadian tersebut merupakan tamparan keras bagi Indonesia dalam memperkuat satuan pengamanan lautnya.

Sekalipun kesiapan TNI AL bisa diandalkan, kata Farhan, jangan biarkan TNI-AL berjuang sendiri di laut. Maka perlu penguatan Bakamla sebagai sesama penjaga wilayah perairan Indonesia.

“Peluangnya ada di Bakamla. Kami bersama Pak Aan (Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI, Aan Kurnia) terus membangun struktur Bakamla sesuai maklumat Presiden Jokowi bahwa Bakamla sebagai Indonesian Coast Guard yang harus memperkuat fungsi pengawasan terhadap laut Indonesia,” ujar Legislator NasDem tersebut.

Wakil rakyat dari dapil Jawa Barat I (Kota Bandung, Kota Cimahi) itu juga mengeluhkan peralatan deteksi yang dimiliki aparat keamanan di laut termasuk Bakamla.

“Untuk jangka panjang, kita khawatir data-data peralatan tersebut dipakai untuk kepentingan militer dari negara pemilik sea glider itu,” jelas Farhan.

Snggota Komisi I DPR RI, Farhan menegaskan pihaknya terus memperjuangkan peningkatan anggaran untuk Bakamla. Kendati hal itu sulit dilakukan di tengah pandemi Covid-19 ini, namun Farhan terus berupaya keras agar Bakamla menjadi Coast Guard yang mumpuni.

“Anggaran memang masih maju mundur. Apalagi pemerintah saat ini fokus dalam pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Legislator NasDem itu menambahkan, Indonesia harus menjalin kerja sama dengan negara-negara yang punya teknologi maju.

"Karena kalau mengandalkan anggaran kita, jelas tidak mungkin,” imbuhnya.

Dia yakin pengalaman Bakamla menjalin hubungan dengan Coast Guard negara lain dapat memperoleh manfaat besar pada pembangunan teknologi.

“Alih teknologi itu dilakukan dalam kerja sama bilateral dengan negara lain. Bakamla punya potensi partner-partner strategis dalam mengembangkan teknologinya,” pungkas Farhan.(HH/*)