Butuh Inovasi, Kreativitas Berantas Narkotika di Sumsel

18 DESEMBER 2020, 01:13:55 WIB 2 MENIT BACA 869
Butuh Inovasi, Kreativitas Berantas Narkotika di Sumsel

PALEMBANG (18 Desember): Perlu ada ketegasan, kreativitas, serta inovasi Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel untuk dapat mengatasi kasus narkotika di wilayah Sumsel.

Hal tersebut dikemukakan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Taufik Basari mengenai kasus narkotika di Sumsel yang masih sangat menonjol.

"Ada beberapa hal yang disoroti Komisi III DPR RI. Salah satunya yang menonjol terkait kasus narkotika. Dalam hal ini, kita melihat bahwa dibutuhkan inovasi-inovasi tertentu terkait pelaksanaan penanganannya," ujar Taufik Basari seusai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI dengan Kapolda Sumsel dan Kepala BNNP Sumsel di Mapolda Sumsel, Palembang, Sumsel, Selasa (15/12).

Peredaran narkotika, tambah Taufik Basari, sangat rentan terjadi pada kalangan pelajar dan mahasiswa di Sumsel. Karenanya, Legislator NasDem dari dapil Lampung I  itu, mendesak aparat di Sumsel untuk semakin gencar dalam mengambil langkah guna menyelamatkan masa depan anak bangsa.

Senada dengan Taufik, Ketua Tim Kunker Reses Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menegaskan bahwa sudah menjadi tanggung jawab Komisi III DPR RI dan aparat penegak hukum untuk menjaga masyarakat dan anak muda dari kasus narkoba.

Untuk itu, Sahroni yang juga anggota DPR RI dari Fraksi NasDem tersebut meminta Polda Sumsel dapat bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk memberi hukuman maksimal kepada para pengedar.

"Kita tekankan kepada Polda dan BNNP Sumsel dalam hal penanganan kasus narkoba. Sebisa mungkin kita dapat menempatkan pengguna narkoba ini sebagai korban. Bukan didorong ke arah hukum pidana namun dimasukan ke dalam tempat rehabilitasi. Sedang untuk pengedar harus dapat hukuman maksimal penjara,” tegasnya. (dpr.go.id/*)