Ekspor Pertanian DIY Naik di Masa Pandemi

21 DESEMBER 2020, 02:52:42 WIB 2 MENIT BACA 1158
Ekspor Pertanian DIY Naik di Masa Pandemi

JAKARTA (21 Desember): Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi NasDem, Achmad Hatari, menyoroti turunnya pertumbuhan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020.

Hatari menyebutkan, pada triwulan pertama tahun 2020, ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97%, triwulan kedua 2020 turun hingga minus 5,32% dan triwulan ketiga 2020 minus 3,49%.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional. Penurunan tersebut tentunya juga terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” ujar Hatari saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke DIY, pekan lalu.

Legislator NasDem itu menambahkan, selama ini perekonomian ekonomi DIY ditopang sektor pendidikan dan pariwisata.

Namun Badan Pusat Statistik (BPS) pada rilis 15 Oktober 2020 menyebutkan bahwa per September 2020 ekspor Pertanian DIY naik sebesar 16,22% atau senilai US$0,41 miliar serta ekspor industri pengolahan naik sebesar 6,61% atau senilai US$11,56 miliar.

“DIY ini kan hampir sama dengan Bali yang mana perekonomiannya ditopang oleh sektor pendidikan dan pariwisata. Namun justru sektor lainnya seperti pertanian dan perdagangan mengalami pertumbuhan naik di tengah pandemi ini,” ungkap wakil rakyat dari dapil Maluku Utara tersebut.

Hatari berharap pemulihan juga dapat terjadi pada komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) yang lain yaitu konsumsi, investasi, maupun pengeluaran pemerintah.

Sehingga, lanjut Legislator NasDem itu, pada triwulan III tahun 2020 konsumsi rumah tangga di DIY meningkat seiring meningkatnya pendapatan dengan mulai bergeraknya beberapa sektor pada masa kebiasaan baru.

“Kinerja investasi juga mencatatkan perbaikan, meski masih terbatas, dengan mulai kembalinya pengerjaan proyek strategis nasional dan proyek pemda yang sempat ditunda pada semester awal 2020. Prospek perbaikan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi global juga mendorong peningkatan ekspor DIY,” kata Hatari.

Legislator yang juga Ketua DPW NasDem Maluku Utara itu mengatakan, penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah juga terus didorong dengan pemberlakuan relaksasi ketentuan pada level operasional dan administrasi.

"Sampai dengan September 2020, anggaran belanja pemerintah DIY, kota, dan kabupaten se-DIY telah terealisasi 63,3 persen,” kata Hatari.(dpr.go.id/HH/*)