JAKARTA (21 Desember): Komisi IX DPR meyakini vaksin yang didatangkan dari Tiongkok merupakan langkah terbaik pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19. Vaksin tersebut diedarkan setelah melewati serangkain proses pengujian oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Kami di Komisi IX DPR, percaya kepada pemerintah, dalam hal ini BPOM, Kementerian Kesehatan, dan pihak-pihak yang terlibat (dalam pengadaan vaksin Covid-19)," ujar Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, Senin (21/12). Anggota Fraksi NasDem DPR RI itu menekankan, pemerintah tidak mungkin ingin membuat rakyatnya celaka akibat disuntik vaksin Covid-19. Pasalnya, beberapa negara menghentikan program uji coba vaksin asal 'Negeri Tirai Bambu' yang dinilai bermasalah itu. "Pemerintah akhirnya menggratiskan vaksin. Ini kan bukan karena harganya murah. Pemerintah tidak ingin kehilangan uang apalagi nyawa. Kenapa vaksin ini diadakan, kami tidak ingin kehilangan banyak jiwa di negara kita," tegas Legislagor NasDem itututurnya. Selain itu, Presiden Joko Widodo telah menegaskan kesediaannya menjadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19. Hal itu untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat. "Menurut kami, apa yang sudah dibuat pemerintah ini bukan main-main untuk mencelakakan masyarakat. Dengan uji klinis ketiga kali dan disampaikan BPOM laik, Kepala Negara kita mau ambil risiko," tukasnya. Wakil rakyat dari dapil Sulawesi Utara itu memastikan pimpinan dan anggota Komisi IX DPR telah menyetujui langkah pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui vaksinasi. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 asal Tiongkok, Sinovac, telah tiba di Indonesia. Vaksin itu disebut sebagai harapan baru penanganan virus korona di Tanah Air Meski begitu, vaksinasi belum bisa dimulai. Sebab, masih ada serangkaian tahapan yang perlu dilakukan BPOM.(MI/*)